Implementasi Program Pendewasaan Usia Perkawinan Di Karang Taruna Manisa Kecamatan Baranti

Authors

  • Rachmat Ramli STIKes Amanah Makassar
  • Achmad Hilal Universitas Indonesia Timur
  • Rezqiqah Aulia Rahmat Universitas Bosowa Makassar
  • A. Syamsinar Politeknik Sandi Karsa Makassar
  • Rahmiyani Saad Universitas Cokroaminoto Makassar
  • Lorensius Lonik STIKes Gunung Sari Makassar

DOI:

https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i1.556

Keywords:

Socialization, Mentoring, Program Implementation, Age of Marriage Maturation, Karang Taruna Manisa, Baranti District

Abstract

Teenage marriage can have an impact on both physical and biological aspects. Teenage pregnancy will be at greater risk of anemia and bleeding which will contribute to maternal and infant mortality rates. In terms of education, pregnant teenagers will lose the opportunity to continue their education to a higher level. The goal of PkM is the Maturation of Marriage Age to postpone the age of marriage to over 18 years, with an ideal age of 25 years for men and 21 years for women and stimulate creativity and apply interesting methods for target groups, create positive changes in the views and behavior of the younger generation, and build a more prosperous society by encouraging mature marriage. The method used in PkM activities is socialization and mentoring for the implementation of the marriage age maturity program in the Manisa youth organization, Baranti sub-district. The results of community service are that adolescent problems that occur in society have difficulty in handling early marriage. Communication built within the family is still very minimal. The conclusion of this activity is that the level of achievement of the output targets in this community service activity is in accordance with what was planned and the program that has been scheduled by the PkM TEAM.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Rachmat Ramli, STIKes Amanah Makassar

Program Studi Keperawatan

Achmad Hilal, Universitas Indonesia Timur

Program Studi Kebidanan

Rezqiqah Aulia Rahmat, Universitas Bosowa Makassar

Program Studi Kedokteran

A. Syamsinar, Politeknik Sandi Karsa Makassar

Program Studi Keperawatan

Rahmiyani Saad, Universitas Cokroaminoto Makassar

Program Studi Kebidanan

Lorensius Lonik, STIKes Gunung Sari Makassar

Program Studi Kebidanan

References

Anisah, S. S., Nurhafizah, N., & Yetti, R. (2018). Implementation of children kinesthetic intelligence development activities in kindergarten. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 4(2), 104–110.

Aseri, M. (2021). Peran Keluarga dan Lingkungan Sosial dalam Mencegah Perkawinan Usia Dini di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Management of Education Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 268–275.

Amelia, R., Mohdari., Azizah, A. 2017. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Dini di Kelas VIII di SMP Negeri 4 Banjarmasin. Dinamika Kesehatan. Vol. 8/No. 1.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, 2014. Pernikahan Dini Pada Beberapa Provinsi di Indonesia. KRR: Jakarta.

BKKBN, 2002. Panduan Pembinaan Dan Pengembangan Pusat Informasi Dan Konsultan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: BKKBN.

Cenia, V. A. & Rosida, L., 2017. Persepsi Usia Menikah Ideal Dengan Jumlah.

Depkes, 2001. Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Depkes RI.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 2017. Data Pekawinan dibawah usia 21 tahun.

Hilal, A., Yusnayanti, C., Mildaratu, M., Putri, S. K., Nasution, T. A., & Fitriyanstanti, D. (2024). PKM Edukasi Kejadian Demam Berdarah Dengue Terhadap Dampak Yang Di Timbulkan Hujan Di Kelurahan Buntusu Makassar. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 178–187. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i2.308

Kesehatan Reproduksi terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5/No.1.

Lathifah, Y. (2021). Perkawinan Di Bawah Umur Dalam Tinjauan Sosiologi Hukum. Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi, 9 (1), 113.

Lonik, L., Bachri, S., Nurhaedah, N., Wicaksono, R. R., Hanif, M., & Timisela, J. (2024). The Relationship of Personal Hygiene with the Incident of Scabies in Bumi Tamalanrea Orphanage Makassar. International Journal of Health Sciences, 2(4), 1267–1275. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i4.508

Mubasyaroh, 2016. Analisis Faktor Penyebab Pernikahan Dini Dan Dampaknya Bagi Pelakunya. Yudisia Stain Kudus, 7(2), Pp. 385-411.

Mardinah, S. M., Rafiludin, M. Z., Nugraheni, S. A. 2017. Pengaruh Penidikan.

Panjaitan, 2017. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pernikahan Dini Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Di SMA Negeri 4 Sintang. Jurnal Wawasan Kesehatan, 4(1).

Pemdes, B., 2013. Profile Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Bantul.

Putri, I. M. & Rosida, L., 2017. Pelatihan Kader Pembentukan Posyandu Remaja Di Dusun Ngentak Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta. Semarang, UNIMUS, Pp. 528-533.

Mayasari, E., Leli, L., Saad, R., & Jariyah, A. (2024). Nutritional Status of Toddlers on Mothers’ Knowledge About Worm Infections in the Working Area of Kassi Kassi Health Center Makassar. International Journal of Health Sciences, 2(1), 179–190. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i1.264

Ramli, R., Mainassy, M. C., Leli, L., Saad, R., Jariyah, A., Putra, E. S., & Hasibuan, E. R. (2024). 4 Pilar Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Dalam Penggunaan Bahan Makanan Sederhana. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 212–220. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i2.313

Setiawan, O. T. (2021). Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Dengan Model GBHN Sebagai Haluan Negara. Parapolitika, 2(2), 20–50.

Syamsinar, A., Nursiah, A., Pannyiwi, R., Muchsin, W., Masdarwati, M., & Ali, S. A. (2024). Incidence of Pneumonia on the Nutritional Status of Young Children in the Work Room of the Antang Public Health Center, Makassar South Sulawesi. International Journal of Health Sciences, 2(1), 454–462. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i1.337

Downloads

Published

2024-12-27

How to Cite

Ramli, R., Hilal, A., Rahmat, R. A., Syamsinar, A., Saad, R., & Lonik, L. (2024). Implementasi Program Pendewasaan Usia Perkawinan Di Karang Taruna Manisa Kecamatan Baranti. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 182–190. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i1.556