Optimalisasi Posyandu Lansia melalui Skrining Kesehatan dan Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Authors

  • Sumarni Sumarni STIKes Cirebon
  • Uun Kurniasih STIKes Cirebon
  • Sri Lestari STIKes Cirebon
  • Rokhmatul Hikhmat STIKes Cirebon
  • Nuniek Tri Wahyuni STIKes Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1844

Keywords:

Posyandu Lansia, Skrining Kesehatan, Penyakit Tidak Menular, Edukasi Kesehatan, Lanjut Usia

Abstract

obesitas, merupakan masalah kesehatan penting pada kelompok lanjut usia. Posyandu lansia menjadi sarana berbasis masyarakat yang berpotensi mendukung deteksi dini faktor risiko, edukasi kesehatan, dan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan primer. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pelayanan posyandu lansia melalui skrining kesehatan dan edukasi pencegahan PTM untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap faktor risiko serta mendorong perilaku pencegahan penyakit. Metode: Kegiatan melibatkan 35 lansia dan dilaksanakan pada September 2026. Tahapan meliputi persiapan, pendaftaran peserta, skrining kesehatan, edukasi interaktif, diskusi, dan evaluasi. Skrining mencakup pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan atau pengukuran antropometri alternatif bila diperlukan, serta pemeriksaan gula darah sesuai indikasi dan ketersediaan fasilitas. Edukasi membahas gizi seimbang, aktivitas fisik, penghindaran rokok, kepatuhan pengobatan, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Pengetahuan dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Rerata skor pengetahuan meningkat dari 59,6 sebelum edukasi menjadi 85,2 setelah edukasi. Peserta terlibat dalam proses skrining dan diskusi mengenai faktor risiko PTM serta perilaku pencegahannya. Hasil skrining digunakan untuk membantu identifikasi risiko dan menentukan tindak lanjut, bukan sebagai dasar diagnosis definitif. Kesimpulan: Integrasi skrining kesehatan dan edukasi pencegahan dapat memperkuat peran posyandu lansia dalam promosi kesehatan berbasis masyarakat. Pemantauan berkelanjutan, rujukan yang tepat, dan kerja sama antara lansia, keluarga, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan primer diperlukan untuk mempertahankan manfaat kegiatan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/2015/2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman untuk puskesmas dalam penyelenggaraan kegiatan kesehatan lanjut usia di posyandu lansia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis pelaksanaan pelayanan skrining kesehatan dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.

Rasyid, D., & Rahmat , R. A. (2026). Analysis Of Psychological Factors Associated With Decreased Appetite In The Elderly. International Journal of Health Sciences, 4(3), 777–789. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i3.1486

Rante, A., Rasyid, D., & M, W. (2023). Edukasi Aktifitas Fisik Pada Lansia Yang Menderita Penyakit Hipertensi Di Desa Mendatte Kabupaten Enrekang. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 21–27. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i1.208

Satria, R. P., & Rahmat, R. A. (2026). Faktor Yang Berhubungan Dengan Healthy Aging Pada Lansia Di Komunitas. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(3), 1486–1493. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i3.1327

World Health Organization. WHO package of essential noncommunicable (PEN) disease interventions for primary health care. Geneva: World Health Organization; 2020.

World Health Organization. Noncommunicable disease facility-based monitoring guidance: framework, indicators and application. Geneva: World Health Organization; 2022.

World Health Organization. Noncommunicable disease education manual for primary health care professionals and patients. Manila: WHO Regional Office for the Western Pacific; 2017.

World Health Organization. WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: World Health Organization; 2020.

World Health Organization. Noncommunicable diseases. Geneva: World Health Organization; 2025.

World Health Organization. Global action plan for the prevention and control of noncommunicable diseases 2013–2020. Geneva: World Health Organization; 2013.

World Health Organization. Global status report on noncommunicable diseases 2014. Geneva: World Health Organization; 2014.

World Health Organization. Global status report on noncommunicable diseases 2010. Geneva: World Health Organization; 2011.

World Health Organization. HEARTS: technical package for cardiovascular disease management in primary health care. Geneva: World Health Organization; 2016.

World Health Organization. Hypertension. Geneva: World Health Organization; 2023.

World Health Organization. Diabetes. Geneva: World Health Organization; 2024.

World Health Organization. Integrated care for older people: guidelines on community-level interventions to manage declines in intrinsic capacity. Geneva: World Health Organization; 2017.

World Health Organization. Integrated care for older people: guidance for person-centred assessment and pathways in primary care. 2nd ed. Geneva: World Health Organization; 2025.

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Sumarni, S., Kurniasih , U., Lestari , S., Hikhmat , R., & Wahyuni , N. T. (2025). Optimalisasi Posyandu Lansia melalui Skrining Kesehatan dan Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 427–434. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1844