Terapi Aktivitas Kelompok: Kerajinan Tangan Untuk Meningkatkan Kemandirian ODGJ Di Panti Rehabilitasi
Group Activity Therapy: Handicrafts to Enhance Independence Among Individuals with Mental Health Conditions in Rehabilitation Centers
DOI:
https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1842Keywords:
Terapi Aktivitas Kelompok, Kerajinan Tangan, Kemandirian, ODGJAbstract
Orang dengan gangguan jiwa dapat mengalami hambatan dalam fungsi sehari-hari, partisipasi sosial, motivasi, dan kemandirian. Kegiatan rehabilitasi yang bermakna, terstruktur, dan disesuaikan dengan kemampuan individu dapat mendukung pemulihan fungsi dan partisipasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian ODGJ melalui terapi aktivitas kelompok menggunakan kegiatan kerajinan tangan di lingkungan panti rehabilitasi. Kegiatan melibatkan 30 peserta melalui tahap orientasi, demonstrasi, latihan terbimbing, latihan mandiri, interaksi kelompok, dan evaluasi. Kerajinan yang digunakan berupa produk sederhana yang dapat diselesaikan sesuai kemampuan peserta, seperti hiasan berbahan kertas, aksesori sederhana, dan kerajinan dari bahan daur ulang. Kemandirian dievaluasi menggunakan lembar observasi yang mencakup kemampuan menyiapkan alat, mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, menjaga alat dan bahan, serta berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Nilai rata-rata kemandirian meningkat dari 61,8 sebelum kegiatan menjadi 84,7 setelah kegiatan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemauan berpartisipasi, kemampuan mengikuti urutan aktivitas, dan penyelesaian tugas sederhana dengan bantuan yang lebih sedikit. Terapi aktivitas kelompok melalui kerajinan tangan dapat menjadi salah satu strategi pendukung rehabilitasi apabila dilakukan dengan pendekatan berpusat pada individu serta disesuaikan dengan kemampuan, minat, keamanan, dan kondisi klinis peserta
Downloads
References
American Occupational Therapy Association. (2020). Occupational therapy practice framework: Domain and process (4th ed.). American Journal of Occupational Therapy, 74(Suppl. 2), 7412410010p1–7412410010p87.
Ariyanti, S., Abdullah, A., Wahyuni, R., Halmar, H. F., Ramadhani, S., Nursinah, A., Hoda, F. S., Jabir, M. A., Sapnita, S., & Saodah, S. (2025). Nursing care for mental health with sensory perception disorders: Hallucinations in schizophrenia patients. International Journal of Health Sciences, 3(1), 65–71. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i1.593
Chan, S., Ng, S., Chan, C., et al. (2026). Effectiveness of occupational therapy interventions for people with schizophrenia: A systematic review and meta-analysis. Psychiatry Research, 346, 116528.
Joni, Y. N., Mainassy, M. C., Hardianti, H., Jamin, F. S., Halmar, H. F., & Pannyiwi, R. (2025). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya mandiri pencegahan penyakit. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 250–261. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i1.933
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pelayanan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Muhtadin, A., Pannyiwi, R., & Rahmat, R. A. (2026). Adolescents’ level of knowledge regarding the impact of drug abuse on physical and psychosocial health. International Journal of Health Sciences, 4(3), 973–981. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i3.1692
Muntiasari, Y., Abdullah, A. A., & Bunari, B. (2026). Hubungan mutu pelayanan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Mata RS Bhayangkara Palangka Raya. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 894–901. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1554
National Institute for Health and Care Excellence. (2020). Rehabilitation for adults with complex psychosis. NICE.
Nurambiya, N., Nashrulloh, D., Treasa, A. D., Ilham, R., Badaruddin, B., Usviany, V., & Abdullah, A. (2024). Penyuluhan kesehatan dan promosi metode cuci tangan yang benar di SD Negeri 6 Tamalanrea Kota Makassar. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 478–485. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i4.419
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2021). A new benchmark for mental health systems: Tackling the social and economic costs of mental ill-health. OECD Publishing.
Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan komunitas di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856
Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis kendala perawat dalam melaksanakan komunikasi terapeutik di lingkungan pelayanan kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921
Susanti, S., D, U. P., Bara, F. T., & Simanjuntak, R. (2025). Upaya ibu hamil mengatasi sendiri gejala mual dan muntah yang dirasakan (penanganan mandiri) terhadap emesis gravidarum pada trimester I. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(3), 670–675. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.685
World Health Organization. (2021a). Comprehensive mental health action plan 2013–2030. World Health Organization.
World Health Organization. (2021b). Guidance on community mental health services: Promoting person-centred and rights-based approaches. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization.
World Health Organization. (2024). Rehabilitation. World Health Organization.
Wahyuni, T., Tondok, S. B., & Pannyiwi, R. (2025). Pemberian posisi di mana kepala dan tubuh dinaikkan dengan derajat kemiringan 45° (posisi tidur semi Fowler) terhadap kualitas tidur pada pasien asma di ruang perawatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(3), 632–637. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.657
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdullah, Rahmat Pannyiwi, Hardianti Hardianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







