Pemberdayaan Masyarakat Desa Ko’mara sebagai Pasien Aktif melalui Pelatihan Keterampilan Bertanya dan Menyampaikan Keluhan Kepada Tenaga Kesehatan

Empowering the Community of Ko’mara Village as Active Patients through Training on Questioning Skills and Conveying Complaints to Healthcare Workers

Authors

  • Ali Imran Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

DOI:

https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1776

Keywords:

Komunikasi Pasien, Pasien Aktif, Keterampilan Bertanya, Penyampaian Keluhan, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan merupakan proses dua arah yang menentukan mutu pelayanan, keselamatan, dan kepuasan pasien. Tenaga kesehatan dituntut menjelaskan kondisi dan tindakan dengan bahasa yang mudah dipahami, sementara pasien perlu menyampaikan keluhan secara jelas, menanyakan hal yang belum dimengerti, dan memastikan pemahamannya.  Namun di wilayah perdesaan, pasien yang terbiasa menggunakan bahasa daerah kerap kesulitan memahami bahasa dan istilah kesehatan, serta merasa sungkan untuk bertanya kepada tenaga kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perbaikan komunikasi tidak cukup dilakukan dari sisi tenaga kesehatan saja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan diri 30 orang warga Desa Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, untuk menjadi pasien aktif, yaitu berani bertanya, memastikan pemahaman atas penjelasan tenaga kesehatan, menyampaikan keluhan sakit secara runtut, serta menyampaikan ketidakpuasan layanan secara santun melalui kanal resmi. Metode pelaksanaan menggunakan tiga pendekatan yang saling melengkapi. Pendekatan edukatif diwujudkan melalui penyuluhan dengan media bergambar dan bahasa keseharian peserta. Pendekatan partisipatif diwujudkan melalui diskusi interaktif dan curah pendapat mengenai pengalaman warga saat berobat, menjalani, atau mendampingi rawat inap. Pendekatan aplikatif diwujudkan melalui latihan menggunakan kartu panduan bertanya, simulasi, dan bermain peran berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di Balai Desa Ko’mara pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 10 dan 11 Juni 2026, didahului tahap persiapan dan diakhiri tahap monitoring serta evaluasi. Keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test pengetahuan, lembar observasi keterampilan peserta selama simulasi, serta kuesioner efikasi diri komunikasi pasien sebelum dan sesudah kegiatan. Indikator keberhasilan ditetapkan sekurang-kurangnya 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dengan kenaikan rerata skor minimal 20%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjaswarni, T. (2016). Komunikasi dalam Keperawatan. Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Arnold, E. C., & Boggs, K. U. (2019). Interpersonal Relationships: Professional Communication Skills for Nurses (8th ed.). St. Louis: Elsevier.

Institute for Healthcare Improvement. (t.t.). Ask Me 3: Good Questions for Your Good Health. Boston: Institute for Healthcare Improvement.

Imran, A., B, M., Nawawi, R., Nurhayati, N., & Rifai, R. (2026). Pelatihan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Tenaga Kesehatan. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1070–1079. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i3.1199

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2020). The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development (9th ed.). New York: Routledge.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nutbeam, D. (2000). Health Literacy as a Public Health Goal: A Challenge for Contemporary Health Education and Communication Strategies into the 21st Century. Health Promotion International, 15(3), 259–267.

Pemerintah Desa Ko’mara. (2026). Profil Desa Ko’mara Kecamatan Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar. Takalar: Pemerintah Desa Ko’mara.

Pemerintah Kabupaten Takalar. (2022). Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembentukan Kecamatan. Takalar: Pemerintah Kabupaten Takalar.

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendekatan Komunitas Di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856

Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Imran, A. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Desa Ko’mara sebagai Pasien Aktif melalui Pelatihan Keterampilan Bertanya dan Menyampaikan Keluhan Kepada Tenaga Kesehatan: Empowering the Community of Ko’mara Village as Active Patients through Training on Questioning Skills and Conveying Complaints to Healthcare Workers. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1776