Strategi Pembelajaran Saintifik dalam Pendidikan Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.59585/jimad.v1i3.237Keywords:
Strategi Pembelajaran Saintifik, Pendidikan Agama Islam, Metode IlmiahAbstract
Saintifik adalah ilmiah. Metode ilmiah adalah metode yang digunakan ilmuwan alam menemukan dan memperbaharui pengetahuan, teori atau konsep. Metode ilmiah merujuk pada proses nalar akal dalam mengamati fenomena atau gejala memperoleh pengetahun baru atau mengkoreksi pengetahuan lama, dan memadukannya dengan pengetahuan yang baru. Untuk dapat disebut ilmiah, metode yang digunakan harus berbasis pada data-data dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang khusus. Strategi Pembelajaran Saintifik Dalam Pendidikan Agama Islam memiliki hasil tahapan proses belajar; motivasi belajar 77,40%, Kecakapan berfikir 66,70%, Kemampuan komunikasi dan interaksi 67,70%, keaktifan peserta didik 64,50%, ketrampilan berproses ilmiah 61.30%, asimilasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan 58,10%, proses kognitif 58,10%, membentuk Student Self Concept 54,80%, menghindari verbalisme 51,60% dan validasi ilmu yang dikonstruksikan sebesar 45,20%.
Downloads
References
Kemendikbud. (2013). Salinan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia NO. 65 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pembinaan, D. (2016). Panduan Pembelajaran untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI.
Rohman, F. (2021). Strategi Pembelajaran PAI. Jepara: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Syarifah Syarifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




