Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas <p><strong>Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong>, merupakan jurnal untuk berfokus kepada hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, praktisi, ataupun mahasiswa. Jurnal ini dikelola oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia (AGDOSI) Makassar, Sulawesi Selatan. Pengelola jurnal ini terdiri dari dosen dan praktisi dari berbagai latar belakang perguruan tinggi di Indonesia. <strong>Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong> terbit 4 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan <strong>September, Desember,</strong> <strong>Maret </strong>dan<strong> Juni</strong>.</p> Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia en-US Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2964-9196 Siaga Diabetes: Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Deteksi Dini Dan Pengendalian Risiko Diabetes Melitus https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1785 <p>Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian karena dapat berkembang secara bertahap dan pada sebagian individu tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Deteksi faktor risiko, peningkatan pengetahuan, dan penerapan perilaku hidup sehat merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko diabetes melitus, deteksi dini, serta langkah pengendalian risiko melalui program SIAGA DIABETES. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi interaktif, penilaian faktor risiko, pemeriksaan sederhana sesuai ketersediaan pelayanan, demonstrasi aktivitas fisik, diskusi, dan konseling singkat. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan data, sebanyak 31 peserta mengikuti kegiatan dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 58,9 sebelum edukasi menjadi 85,6 setelah edukasi. Peserta juga menunjukkan keterlibatan dalam identifikasi faktor risiko dan penyusunan rencana perubahan perilaku sederhana. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan deteksi faktor risiko dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif diabetes melitus. Tindak lanjut melalui pemantauan berkala dan rujukan terhadap hasil pemeriksaan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program.</p> Cakrawati R Cakrawati R Radiah Ilham Copyright (c) 2026 Cakrawati R Cakrawati R, Radiah Ilham https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-10-05 2026-10-05 5 1 45 52 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1785 Edukasi Self-Care Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Kehamilan https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1781 <p>Kehamilan merupakan proses fisiologis yang membutuhkan perawatan diri atau <em>self-care</em> yang baik untuk mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta menurunkan risiko komplikasi. Self-care selama kehamilan meliputi pemenuhan kebutuhan nutrisi, konsumsi suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan, menjaga kebersihan diri, melakukan aktivitas fisik yang sesuai, istirahat yang cukup, mengenali perubahan kondisi selama kehamilan, melakukan pemeriksaan antenatal secara teratur, serta mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai self-care sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Kegiatan melibatkan 26 ibu hamil dan dilaksanakan pada Juni 2026 di salah satu lokasi pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah setempat. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan, diskusi, tanya jawab, praktik identifikasi tanda bahaya kehamilan, dan post-test. Media yang digunakan berupa slide presentasi, leaflet, dan gambar ilustrasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 85,3 setelah edukasi. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi terstruktur yang disertai diskusi dan contoh praktis dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai self-care dan pengenalan tanda bahaya kehamilan. Edukasi self-care dapat menjadi bagian penting dalam upaya promotif dan preventif selama kehamilan serta perlu diintegrasikan dengan pelayanan antenatal secara rutin.</p> Sukmawati Sulfakar Cakrawati R Cakrawati R Copyright (c) 2026 Sukmawati Sulfakar, Cakrawati R Cakrawati R https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-10-03 2026-10-03 5 1 38 44 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1781 Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kesadaran Tentang Faktor Risiko Keguguran Pada Kehamilan https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1780 <p>Keguguran merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis ibu. Meskipun tidak semua kejadian keguguran dapat dicegah, pemahaman mengenai faktor risiko, pengenalan tanda bahaya, pemeliharaan kesehatan selama kehamilan, serta pemanfaatan pelayanan antenatal yang tepat dapat membantu mengenali dan menangani kondisi yang berkaitan dengan kehilangan kehamilan secara lebih dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko keguguran dan perilaku pencegahan yang tepat selama kehamilan. Kegiatan melibatkan 24 ibu hamil dan anggota masyarakat serta dilaksanakan pada Mei 2026 di salah satu lokasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di wilayah setempat. Pelaksanaan kegiatan meliputi pre-test, edukasi kesehatan interaktif, diskusi, identifikasi faktor risiko keguguran, simulasi pengenalan tanda bahaya, dan post-test. Media edukasi berupa slide presentasi, leaflet, dan gambar ilustrasi. Berdasarkan data contoh draf, rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 62,1 sebelum edukasi menjadi 87,5 setelah edukasi. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi partisipatif dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko keguguran dan mendorong perilaku mencari pertolongan kesehatan secara tepat. Pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan pelayanan antenatal, dukungan keluarga, serta akses terhadap pelayanan kesehatan profesional.</p> Ardiana Priharwanti Rezqiqah Aulia Rahmat Copyright (c) 2026 Ardiana Priharwanti, Rezqiqah Aulia Rahmat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-10-03 2026-10-03 5 1 30 37 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1780 Edukasi Deteksi Dini Tanda Bahaya Neonatus Dan Stimulasi Dini Pada Bayi 0–28 Hari Di Posyandu https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1779 <p>Masa neonatus, yaitu periode sejak lahir hingga usia 28 hari, merupakan fase yang memerlukan perhatian khusus karena bayi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan yang berkembang secara cepat. Kemampuan orang tua dalam mengenali tanda bahaya neonatus dan memberikan stimulasi dini sesuai usia berperan penting dalam mendukung deteksi masalah kesehatan serta perkembangan bayi. &nbsp;Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai tanda bahaya neonatus dan praktik stimulasi dini pada bayi usia 0–28 hari. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi interaktif menggunakan media leaflet, poster, gambar, dan demonstrasi sederhana. &nbsp;Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Data menunjukkan bahwa dari 27 peserta, nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,4 sebelum edukasi menjadi 86,9 setelah edukasi. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam diskusi dan demonstrasi stimulasi sederhana. &nbsp;Edukasi mengenai tanda bahaya neonatus dan stimulasi dini dapat menjadi pendekatan promotif-preventif untuk meningkatkan kesiapan keluarga dalam memantau kondisi dan memberikan pengasuhan yang sesuai pada bayi baru lahir.</p> Ardiana Batubara Cakrawati R Cakrawati R Rizky Auliah Juniarti Copyright (c) 2026 Ardiana Batubara , Cakrawati R Cakrawati R, Rizky Auliah Juniarti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-10-03 2026-10-03 5 1 23 29 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1779 Pemberdayaan Ibu Dalam Perawatan Neonatus Melalui Edukasi Asuhan Kebidanan Dasar https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1778 <p>Latar Belakang: Periode neonatus merupakan masa yang sangat penting karena bayi mengalami proses adaptasi dari kehidupan intrauterin menuju kehidupan di luar rahim. Pada periode ini, bayi membutuhkan perawatan yang tepat untuk mempertahankan suhu tubuh, kecukupan nutrisi, kebersihan, serta mencegah infeksi dan komplikasi. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam melakukan perawatan neonatus di rumah. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dapat menyebabkan ibu kurang percaya diri dalam merawat bayi, terutama dalam mengenali tanda bahaya dan menentukan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan tenaga kesehatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ibu dalam melakukan perawatan neonatus melalui edukasi asuhan kebidanan dasar. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melibatkan 50 ibu yang memiliki neonatus. Kegiatan dilakukan melalui pendidikan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, diskusi interaktif, dan pendampingan. Materi meliputi perawatan tali pusat, menjaga kehangatan bayi, pemberian ASI, kebersihan bayi, perawatan kulit, posisi dan teknik menyusui, serta pengenalan tanda bahaya neonatus. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest serta observasi keterampilan ibu. Hasil: Rerata skor pengetahuan ibu meningkat dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 88,6 setelah edukasi. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar ibu mampu melakukan perawatan dasar neonatus dengan benar, terutama dalam menjaga kebersihan, perawatan tali pusat, menjaga kehangatan, dan praktik pemberian ASI. Sebanyak 44 ibu (88,0%) mampu mengenali sedikitnya empat tanda bahaya neonatus setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Edukasi asuhan kebidanan dasar melalui pendekatan pemberdayaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan perawatan neonatus. Pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan keluarga serta tenaga kesehatan diperlukan untuk mempertahankan kemampuan ibu dan mendukung deteksi dini komplikasi neonatus</p> Kiki Uniatri Thalib Cakrawati R Cakrawati R Copyright (c) 2026 Kiki Uniatri Thalib, Cakrawati R Cakrawati R https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-10-03 2026-10-03 5 1 15 22 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1778 Edukasi Gizi Seimbang Pada Ibu Nifas Untuk Mendukung Pemulihan Dan Produksi ASI https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1777 <p>Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu untuk melakukan pemulihan setelah persalinan sekaligus memenuhi kebutuhan zat gizi selama menyusui. Pemenuhan gizi yang seimbang diperlukan untuk membantu pemulihan jaringan, mempertahankan kondisi kesehatan ibu, memenuhi kebutuhan energi, serta mendukung proses menyusui. Pengetahuan ibu mengenai kebutuhan gizi selama masa nifas menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan pola makan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai gizi seimbang sebagai upaya mendukung pemulihan pascapersalinan dan pemberian Air Susu Ibu (ASI). Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan penggunaan media edukasi berupa leaflet serta materi presentasi. Sasaran kegiatan adalah 28 ibu nifas yang berada di wilayah kerja pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Materi meliputi konsep gizi seimbang, kebutuhan energi dan protein, konsumsi sayur dan buah, kecukupan cairan, zat besi, vitamin dan mineral, serta prinsip mendukung keberhasilan menyusui. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 63,2 pada pre-test menjadi 84,6 pada post-test. Edukasi gizi yang diberikan secara komunikatif dapat menjadi salah satu upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas dalam memenuhi kebutuhan gizi selama masa pemulihan dan menyusui. Edukasi gizi secara berkelanjutan perlu dilakukan dengan melibatkan tenaga kesehatan dan keluarga agar penerapan pola makan sehat dapat dipertahankan selama masa nifas dan menyusui.</p> Andi Nursiah Idris Idris Cakrawati R Cakrawati R Copyright (c) 2026 Andi Nursiah, Idris Idris, Cakrawati R Cakrawati R https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-10-03 2026-10-03 5 1 7 14 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1777 Pemberdayaan Masyarakat Desa Ko’mara sebagai Pasien Aktif melalui Pelatihan Keterampilan Bertanya dan Menyampaikan Keluhan Kepada Tenaga Kesehatan https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1776 <p>Komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan merupakan proses dua arah yang menentukan mutu pelayanan, keselamatan, dan kepuasan pasien. Tenaga kesehatan dituntut menjelaskan kondisi dan tindakan dengan bahasa yang mudah dipahami, sementara pasien perlu menyampaikan keluhan secara jelas, menanyakan hal yang belum dimengerti, dan memastikan pemahamannya. Namun di wilayah perdesaan, pasien yang terbiasa menggunakan bahasa daerah kerap kesulitan memahami bahasa dan istilah kesehatan, serta merasa sungkan untuk bertanya kepada tenaga kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perbaikan komunikasi tidak cukup dilakukan dari sisi tenaga kesehatan saja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan diri 30 orang warga Desa Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, untuk menjadi pasien aktif, yaitu berani bertanya, memastikan pemahaman atas penjelasan tenaga kesehatan, menyampaikan keluhan sakit secara runtut, serta menyampaikan ketidakpuasan layanan secara santun melalui kanal resmi. Metode pelaksanaan menggunakan tiga pendekatan yang saling melengkapi. Pendekatan edukatif diwujudkan melalui penyuluhan dengan media bergambar dan bahasa keseharian peserta. Pendekatan partisipatif diwujudkan melalui diskusi interaktif dan curah pendapat mengenai pengalaman warga saat berobat, menjalani, atau mendampingi rawat inap. Pendekatan aplikatif diwujudkan melalui latihan menggunakan kartu panduan bertanya, simulasi, dan bermain peran berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di Balai Desa Ko’mara pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 10 dan 11 Juni 2026, didahului tahap persiapan dan diakhiri tahap monitoring serta evaluasi. Keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test pengetahuan, lembar observasi keterampilan peserta selama simulasi, serta kuesioner efikasi diri komunikasi pasien sebelum dan sesudah kegiatan. Indikator keberhasilan ditetapkan sekurang-kurangnya 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dengan kenaikan rerata skor minimal 20%.</p> Ali Imran Copyright (c) 2026 Ali Imran https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-10-03 2026-10-03 5 1 1 6 10.59585/sosisabdimas.v5i1.1776