https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/issue/feedSahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-05-19T05:03:20+00:00Rahmat Pannyiwiagdosiagdosi@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong>, merupakan jurnal untuk berfokus kepada hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, praktisi, ataupun mahasiswa. Jurnal ini dikelola oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia (AGDOSI) Makassar, Sulawesi Selatan. Pengelola jurnal ini terdiri dari dosen dan praktisi dari berbagai latar belakang perguruan tinggi di Indonesia. <strong>Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong> terbit 4 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan <strong>September, Desember,</strong> <strong>Maret </strong>dan<strong> Juni</strong>.</p>https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1162Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Kesehatan Preventif Berbasis Thibbun Nabawi2026-04-01T05:03:55+00:00Harniaharniaandimuhammad@gmail.comLusyana Aripaharniaandimuhammad@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Preventive health is an important effort in maintaining public health and preventing various diseases. One approach that can be used in health promotion is through traditional medicine concepts based on religious values, such as Thibbun Nabawi. Thibbun Nabawi is a treatment concept derived from the teachings of the Prophet Muhammad, which emphasizes the importance of maintaining health through a healthy lifestyle, consuming good food, and using natural ingredients as health therapies. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding preventive health through health education based on Thibbun Nabawi. Implementation methods included health education, interactive discussions, demonstrations of the use of natural ingredients such as honey and dates as health therapies, and assessments of knowledge levels before and after the activity. The results of the activity showed an increase in public knowledge and awareness regarding the importance of maintaining health through a healthy lifestyle and the use of natural ingredients. Thibbun Nabawi-based health education has proven effective in increasing public awareness of disease prevention efforts.</p> <p>Keywords: Thibbun Nabawi, Preventive Health, Health Promotion, Community Empowerment</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesehatan preventif merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah terjadinya berbagai penyakit. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam promosi kesehatan adalah melalui konsep pengobatan tradisional berbasis nilai keagamaan, seperti Thibbun Nabawi. Thibbun Nabawi merupakan konsep pengobatan yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, konsumsi makanan yang baik, serta penggunaan bahan alami sebagai terapi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan preventif melalui edukasi kesehatan berbasis Thibbun Nabawi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan bahan alami seperti madu dan kurma sebagai terapi kesehatan, serta evaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan pemanfaatan bahan alami. Edukasi kesehatan berbasis Thibbun Nabawi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Thibbun Nabawi, Kesehatan Preventif, Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Harniahttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1163Gerakan Keluarga Pesisir Sehat: Edukasi dan Pendampingan Gizi dalam Upaya Pencegahan Stunting2026-04-01T13:33:05+00:00Nurhafizah Nasutionnurhafizah.nst@univbatam.ac.idNur Aida Kubangunnurhafizah.nst@univbatam.ac.idWarda Mnurhafizah.nst@univbatam.ac.idRizky Auliah Juniartinurhafizah.nst@univbatam.ac.id<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge, particularly in coastal areas with limited access to health information and services. Lack of family knowledge about balanced nutrition and childcare practices is a major factor in stunting. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of coastal families in preventing stunting through nutrition education and mentoring. Implementation methods include health education, training in preparing balanced nutritional menus, and mentoring families in providing nutritious food. Results indicate increased knowledge and changes in family behavior regarding meeting children's nutritional needs. This program is effective in raising public awareness of the importance of nutrition in stunting prevention.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Stunting, Balanced Nutrition, Coastal Families, Health Education</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses informasi dan pelayanan kesehatan. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai gizi seimbang dan pola asuh anak menjadi faktor utama terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pesisir dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan gizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penyusunan menu gizi seimbang, serta pendampingan keluarga dalam praktik pemberian makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga dalam pemenuhan gizi anak. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dalam pencegahan stunting.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Stunting, Gizi Seimbang, Keluarga Pesisir, Edukasi Kesehatan</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhafizah Nasution, Nur Aida Kubangunhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1165Pendampingan Pengembangan UMKM Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Brudu Sumobito Jombang2026-04-02T01:00:41+00:00Hevi Susantisusantihevi85@gmail.comSariwanasusantihevi85@gmail.comAbubakar Betansusantihevi85@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in improving the economy, particularly in rural areas. However, many MSMEs still face various obstacles, such as limited knowledge in business management, marketing, and product innovation. This community service activity aims to provide assistance to MSMEs in developing their businesses to improve their management and development capabilities. This activity was conducted in Brudu Village, Sumobito District, Jombang Regency, using a method of outreach, training, and direct mentoring for MSMEs. The results of the activity indicate an increase in MSMEs' understanding of business management, marketing strategies, and more attractive product packaging. With this mentoring activity, it is hoped that MSMEs in Brudu Village can develop sustainably and improve the economic welfare of the local community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> MSMEs, Business Mentoring, Community Empowerment, Village Economy</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Namun demikian, banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan dalam manajemen usaha, pemasaran, serta inovasi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pengembangan UMKM guna meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Brudu Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai manajemen usaha, strategi pemasaran, serta pengemasan produk yang lebih menarik. Dengan adanya kegiatan pendampingan ini diharapkan UMKM di Desa Brudu dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> UMKM, Pendampingan Usaha, Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Desa</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hevi Susanti, Abubakar Betanhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1166Edukasi Pencegahan Hipertensi Melalui Pendekatan “Self-Monitoring Health Card” pada Kelompok Lansia Aktif2026-04-02T01:03:05+00:00Yermiyermi@fkmupri.ac.idSafridha Kemala Putriyermi@fkmupri.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Hypertension is a non-communicable disease commonly found in the elderly and is a major risk factor for heart disease, stroke, and kidney disorders. Elderly people's lack of knowledge about hypertension risk factors and low awareness of routine health monitoring can increase the risk of complications. This community service activity aims to increase elderly people's knowledge and awareness about hypertension prevention through the Self-Monitoring Health Card approach, a self-monitoring card used to record blood pressure and healthy lifestyle behaviors. Implementation methods included health education, training on how to use the health monitoring card, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. Results showed an increase in elderly people's knowledge about hypertension risk factors and awareness of routine blood pressure monitoring. The Self-Monitoring Health Card approach has proven effective in increasing elderly participation in maintaining their health.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Hypertension, Elderly, Health Promotion, Self-Monitoring</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Kurangnya pengetahuan lansia mengenai faktor risiko hipertensi serta rendahnya kesadaran dalam memantau kondisi kesehatan secara rutin dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pencegahan hipertensi melalui pendekatan <strong>Self-Monitoring Health Card</strong>, yaitu kartu pemantauan kesehatan mandiri yang digunakan untuk mencatat tekanan darah dan perilaku hidup sehat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penggunaan kartu pemantauan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai faktor risiko hipertensi serta peningkatan kesadaran dalam memantau tekanan darah secara rutin. Pendekatan Self-Monitoring Health Card terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi lansia dalam menjaga kesehatan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Hipertensi, Lansia, Promosi Kesehatan, Self-Monitoring</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yermi, Safridha Kemala Putrihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1164Pemberdayaan Masyarakat Kampung Dalam Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Upaya Preventif Kesehatan2026-04-02T04:45:19+00:00Sara Suryasar4surya@gmail.comJuminginsar4surya@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Household medicinal plants (TOGA) represent an initiative to utilize plants with medicinal properties to improve public health through self-reliance. The use of medicinal plants can serve as an easily accessible and relatively safe alternative to traditional medicine for addressing various minor health complaints. However, the utilization of medicinal plants in the community remains suboptimal due to a lack of knowledge regarding the types of medicinal plants and how to use them. This community service activity aims to improve the community’s knowledge and skills in developing family medicinal plants as a preventive measure to maintain health. Implementation methods include health education on the benefits of medicinal plants, training in planting and maintaining TOGA, and community assistance in managing TOGA gardens. The results of the activity indicate an increase in community knowledge regarding medicinal plants as well as increased community participation in the utilization of family medicinal plants. The TOGA development program can serve as a strategy to enhance community self-reliance in maintaining health.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Family Medicinal Plants, Community Empowerment, Preventive Health, Public Health.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan tanaman yang memiliki khasiat obat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh serta relatif aman digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Namun, pemanfaatan tanaman obat di masyarakat masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat serta cara pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan penanaman dan pemeliharaan TOGA, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengembangan TOGA dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Kesehatan Masyarakat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sara Surya, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1167Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Bank Sampah untuk Meningkatkan Kesehatan Lingkungan2026-04-02T01:04:22+00:00Muslimin Bmusimink2@gmail.comArnes Yuli Vandikamusimink2@gmail.comM.Khalid Fredy Saputramusimink2@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Waste is an environmental problem that can impact public health. Improper waste management can lead to environmental pollution and increase the risk of various environmental-based diseases. One effort that can be made to address the waste problem is through a waste bank program that involves active community participation in waste management. This community service activity aims to increase public awareness and participation in waste management through the waste bank program as an effort to improve environmental health. Implementation methods include environmental health education, waste management training, the formation of waste bank groups, and activity evaluation. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and participation in waste management, as well as increased public awareness of the importance of maintaining a clean environment. The waste bank program has proven effective in improving environmental health and community empowerment.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Waste Bank, Community Empowerment, Environmental Health, Waste Management</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Permasalahan sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah adalah melalui program bank sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah sebagai upaya meningkatkan kesehatan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, pelatihan pengelolaan sampah, pembentukan kelompok bank sampah, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Program bank sampah terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bank Sampah, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Pengelolaan Sampah</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muslimin Bhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1168Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat2026-04-02T05:46:22+00:00Abdullahabdullah8987@gmail.comAbdul Rahimabdullah8987@gmail.comArnes Yuli Vandikaabdullah8987@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Healthy living behaviors are a crucial factor in improving public health. However, many people still have not optimally implemented healthy living behaviors in their daily lives. Health cadres, as part of the community, play a crucial role in assisting health workers in health promotion at the community level. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of health cadres in educating the public about healthy living behaviors. Implementation methods include health cadre training, health education, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge assessments. The results of the activity indicate an increase in the knowledge and skills of health cadres in educating the public about healthy living behaviors. Empowering health cadres has proven effective in increasing community participation in implementing healthy living behaviors.</p> <p>Keywords: Health Cadres, Community Empowerment, Healthy Living Behavior, Health Promotion</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perilaku hidup sehat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menerapkan perilaku hidup sehat secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. Kader kesehatan sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran penting dalam membantu tenaga kesehatan dalam melakukan promosi kesehatan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai perilaku hidup sehat. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan kader kesehatan, penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup sehat. Pemberdayaan kader kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kader Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Perilaku Hidup Sehat, Promosi Kesehatan.</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdullah, Abdul Rahimhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1169Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Mewujudkan Desa Bersih dan Sehat2026-04-02T06:44:10+00:00Syaiful Bachrisyaifulbrg62@gmail.comRahmat Pannyiwisyaifulbrg62@gmail.comRusdin Wallysyaifulbrg62@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Waste management is a major challenge in maintaining environmental health in communities, particularly in rural areas. Improper waste management can lead to environmental pollution and increase the risk of various diseases. This community service activity aims to increase community knowledge and participation in community-based waste management. Implementation methods include environmental health education, waste sorting training, and community mentoring in household waste management. Results indicate increased knowledge and changes in community behavior regarding waste management. This program is effective in raising public awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness to create a clean and healthy village.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Waste Management, Environmental Health, Community Empowerment, Healthy Village</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kesehatan lingkungan di masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, pelatihan pemilahan sampah, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mewujudkan desa yang bersih dan sehat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pengelolaan Sampah, Kesehatan Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Sehat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syaiful Bachri, Rahmat Pannyiwihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1170Edukasi Manajemen Laktasi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Kepercayaan Diri Ibu Nifas dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas2026-04-02T04:41:25+00:00Binti Lulu Muthoharohbintilulumuthoharoh98@gmail.comFitri Nurjanahbintilulumuthoharoh98@gmail.comMildaratubintilulumuthoharoh98@gmail.comCakrawati Rbintilulumuthoharoh98@gmail.comWarda Mbintilulumuthoharoh98@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Exclusive breastfeeding is a crucial step in improving infant health and preventing various nutritional problems. However, many postpartum mothers still lack the knowledge and confidence to provide optimal breastfeeding. This community service activity aims to improve postpartum mothers' knowledge and confidence through lactation management education. Implementation methods include counseling, breastfeeding technique training, and mentoring postpartum mothers in breastfeeding practices. The results of the activity indicate an increase in postpartum mothers' knowledge and confidence in exclusive breastfeeding. Lactation management education has been proven effective in supporting successful exclusive breastfeeding.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Lactation Management, Exclusive Breastfeeding, Postpartum Mothers, Health Promotion</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan bayi dan mencegah berbagai masalah gizi. Namun, masih banyak ibu nifas yang belum memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri yang cukup dalam memberikan ASI secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu nifas melalui edukasi manajemen laktasi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan teknik menyusui, serta pendampingan ibu nifas dalam praktik pemberian ASI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu nifas dalam pemberian ASI eksklusif. Edukasi manajemen laktasi terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Manajemen Laktasi, Asi Eksklusif, Ibu Nifas, Promosi Kesehatan</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Binti Lulu Muthoharoh, Fitri Nurjanah, Mildaratu, Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1171Edukasi Pijat Bayi dan Anak sebagai Upaya Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita2026-04-02T06:11:36+00:00Siti Badria Asikinbadria.stikes@gmail.comAlwin Widhiyantobadria.stikes@gmail.comHalbina Famung Halmarbadria.stikes@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Toddler growth and development is a crucial aspect in determining the quality of their future health. One way to support toddler growth and development is through infant and child massage. Infant massage has benefits in improving blood circulation, sleep quality, and strengthening the bond between mother and child. However, many mothers still do not know the correct infant massage techniques. This community service activity aims to improve mothers' knowledge and skills in performing infant and child massage. The implementation method included counseling, demonstrations, and hands-on practice by participants. The results of the activity showed an increase in mothers' knowledge and skills in performing infant massage. Infant massage education is effective in supporting optimal toddler growth and development.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Infant Massage, Growth and Development, Toddler, Health Education</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tumbuh kembang balita merupakan aspek penting dalam menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang balita adalah melalui pijat bayi dan anak. Pijat bayi memiliki manfaat dalam meningkatkan sirkulasi darah, kualitas tidur, serta mempererat ikatan antara ibu dan anak. Namun, masih banyak ibu yang belum mengetahui teknik pijat bayi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi dan anak. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi. Edukasi pijat bayi efektif dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pijat Bayi, Tumbuh Kembang, Balita, Edukasi Kesehatan</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Badria Asikinhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1172Implementasi Participatory Epidemiology dalam Pemetaan Risiko Penyakit di Lingkungan Masyarakat2026-04-02T06:12:22+00:00Yermiyermi@fkmupri.ac.idZuriani Rizkiyermi@fkmupri.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Environmentally-related diseases remain a public health problem in various regions. Lack of community involvement in identifying and mapping disease risk factors often results in suboptimal disease prevention efforts. Participatory Epidemiology is an approach that involves active community participation in the process of gathering information and mapping disease risks in their environment. This community service activity aims to increase community knowledge and skills in identifying and mapping disease risk factors through a Participatory Epidemiology approach. Implementation methods include health education, disease risk mapping training, group discussions, and community practice of disease risk mapping. Results of the activity indicate increased community knowledge regarding disease risk factors and increased community participation in environmental health monitoring activities. The implementation of Participatory Epidemiology has proven effective in increasing community involvement in environmentally-based disease prevention efforts.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Participatory Epidemiology, Disease Risk Mapping, Public Health, Community Empowerment</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memetakan faktor risiko penyakit seringkali menyebabkan upaya pencegahan penyakit menjadi kurang optimal. Participatory Epidemiology merupakan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengumpulan informasi dan pemetaan risiko penyakit di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengidentifikasi serta memetakan faktor risiko penyakit melalui pendekatan Participatory Epidemiology. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pemetaan risiko penyakit, diskusi kelompok, serta praktik pemetaan risiko penyakit di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko penyakit serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan kesehatan lingkungan. Implementasi Participatory Epidemiology terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Participatory Epidemiology, Pemetaan Risiko Penyakit, Kesehatan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yermihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1173Edukasi Interaksi Mikroorganisme Lingkungan dan Kesehatan Manusia sebagai Upaya Promosi Kesehatan Masyarakat2026-04-02T07:41:35+00:00Satriana Dardinhanatriyana87@gmail.comMisnarliahnhanatriyana87@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Microorganisms are an essential part of the environment, playing both beneficial and detrimental roles in human health. Lack of public understanding regarding the interaction of microorganisms with the environment can increase the risk of infectious diseases and reduce the quality of public health. This community service activity aims to increase public knowledge about the role of microorganisms and how to maintain a healthy environment. Implementation methods included health education, simple demonstrations, and community support in maintaining environmental cleanliness. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and awareness regarding the importance of maintaining a clean environment to prevent disease. This education is effective as a community-based health promotion effort.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Microorganisms, Environmental Health, Health Promotion, Community</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Mikroorganisme merupakan bagian penting dari lingkungan yang memiliki peran baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi kesehatan manusia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai interaksi mikroorganisme dengan lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi serta menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai peran mikroorganisme serta cara menjaga kesehatan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi sederhana, serta pendampingan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit. Edukasi ini efektif sebagai upaya promosi kesehatan berbasis masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Mikroorganisme, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Masyarakat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Satriana Dardihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1174Program Senam Lansia sebagai Upaya Promotif dan Preventif dalam Menjaga Kesehatan Lansia2026-04-02T07:42:29+00:00Sri Ariyantiariyanti@stikmuhptk.ac.idRezqiqah Aulia Rahmatariyanti@stikmuhptk.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The elderly are an age group vulnerable to various health problems due to the aging process. Decreased physical function, reduced muscle strength, and an increased risk of non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus are common among the elderly. One way to maintain the health of the elderly is through regular physical activity, such as elderly exercise. This community service activity aims to increase awareness and participation of the elderly in physical activity through an elderly exercise program as a promotive and preventive measure for maintaining health. Implementation methods include health education on the importance of physical activity for the elderly, regular implementation of elderly exercise, and evaluation of the elderly's health condition before and after the activity. The results of the activity indicate an increase in elderly participation in physical activity and an increase in elderly awareness of the importance of maintaining health. The elderly exercise program has been proven effective in improving physical fitness and quality of life for the elderly.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Elderly, Elderly Exercise, Health Promotion, Physical Activity</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan. Penurunan fungsi fisik, berkurangnya kekuatan otot, serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus sering terjadi pada kelompok lansia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia adalah melalui aktivitas fisik secara teratur, seperti senam lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam melakukan aktivitas fisik melalui program senam lansia sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi lansia, pelaksanaan senam lansia secara rutin, serta evaluasi kondisi kesehatan lansia sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi lansia dalam melakukan aktivitas fisik serta peningkatan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Program senam lansia terbukti efektif dalam meningkatkan kebugaran fisik dan kualitas hidup lansia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Lansia, Senam Lansia, Promosi Kesehatan, Aktivitas Fisik</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sri Ariyanti, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1175Peningkatan Pengetahuan tentang Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir di Komunitas Pedesaan2026-04-02T07:43:15+00:00Fitri Nurjanahfitryandara@gmail.comBinti Lulu Muthoharohfitryandara@gmail.comYuni Kurniatifitryandara@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Umbilical cord care for newborns is a crucial aspect in preventing infection and improving neonatal health. Lack of public knowledge, particularly among mothers, regarding proper umbilical cord care remains a problem in rural areas. This community service activity aims to improve mothers' knowledge about umbilical cord care through health education. Implementation methods included counseling, umbilical cord care demonstrations, and mentoring. Results showed an increase in mothers' knowledge and skills in performing proper umbilical cord care. This program was effective in improving neonatal care practices in the community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Umbilical Cord, Newborn, Health Education, Neonatal</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan aspek penting dalam mencegah infeksi dan meningkatkan kesehatan neonatal. Kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu, mengenai perawatan tali pusat yang benar masih menjadi permasalahan di daerah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi perawatan tali pusat, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan perawatan tali pusat secara benar. Program ini efektif dalam meningkatkan praktik perawatan neonatal di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Tali Pusat, Bayi Baru Lahir, Edukasi Kesehatan, Neonatal</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitri Nurjanah, Binti Lulu Muthoharohhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1176Program Senam Lansia Terstruktur untuk Meningkatkan Kebugaran Lansia di Panti Jompo2026-04-02T07:43:58+00:00Rezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.comVivi Adriana Suardirezqiqahika@gmail.comDjusmadi Rasyidrezqiqahika@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>The elderly are an age group vulnerable to declining physical function and fitness. Lack of physical activity can increase the risk of degenerative diseases and reduce their quality of life. Elderly exercise is a safe and effective form of physical activity to improve fitness. This community service activity aims to improve the fitness of the elderly through a structured elderly exercise program. Implementation methods include counseling, exercise training, and regular mentoring. Results indicate an increase in the fitness and participation of the elderly in physical activity. This program is effective in improving the health and quality of life of the elderly in nursing homes.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Elderly, Elderly Exercise, Fitness, Health Promotion</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik dan kebugaran. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif serta menurunkan kualitas hidup lansia. Senam lansia merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang aman dan efektif untuk meningkatkan kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran lansia melalui program senam lansia terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan senam, serta pendampingan rutin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebugaran dan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik. Program ini efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia di panti jompo.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Lansia, Senam Lansia, Kebugaran, Promosi Kesehatan</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rezqiqah Aulia Rahmat, Vivi Adriana Suardi, Djusmadi Rasyidhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1177Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Tuberkulosis (TBC)2026-04-02T07:44:51+00:00Achmad Hilalfhasranoldua@gmail.comMasrikat Maya Diana Claartjefhasranoldua@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem, particularly in areas with poor sanitation and high population density. Clean and healthy living behaviors (PHBS) are a crucial factor in preventing TB transmission. However, many people still do not understand the importance of implementing PHBS in their daily lives. This community service activity aims to improve public knowledge and behavior regarding TB prevention through PHBS promotion. Implementation methods include health education, demonstrations of PHBS practices, and community mentoring. The results of the activity indicate increased knowledge and changes in community behavior regarding PHBS implementation. This program is effective in supporting the prevention of TB transmission in the community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> TB, PHBS, Health Promotion, Disease Prevention</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik dan kepadatan penduduk tinggi. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu upaya penting dalam pencegahan penularan TBC. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan TBC melalui promosi PHBS. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik PHBS, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan PHBS. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan penularan TBC di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Tbc, Phbs, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Achmad Hilal, Masrikat Maya Diana Claartjehttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1178Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil melalui Kelas Ibu Hamil Berbasis Media Audio Visual2026-04-02T07:45:41+00:00Ismiyanti Achmadismiyantiachmad85@gmail.comYuhemy Zurizahismiyantiachmad85@gmail.comHerlina Herlinaismiyantiachmad85@gmail.comErniwati Darangaismiyantiachmad85@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Knowledge of pregnant women is a crucial factor in maintaining the health of both mother and fetus during pregnancy. Lack of knowledge can increase the risk of complications during pregnancy and childbirth. Prenatal classes are one way to improve maternal knowledge through health education. The use of audio-visual media in prenatal classes can increase the effectiveness of information delivery. This community service activity aims to improve the knowledge of pregnant women through audio-visual media-based prenatal classes. Implementation methods include counseling, educational video screenings, discussions, and knowledge evaluations. The results of the activity indicate an increase in knowledge among pregnant women after attending the classes. This program is effective in increasing pregnant women's understanding of pregnancy health.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Pregnant Women, Health Education, Audio-Visual, Prenatal Classes</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pengetahuan ibu hamil merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui edukasi kesehatan. Pemanfaatan media audio visual dalam kelas ibu hamil dapat meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui kelas ibu hamil berbasis media audio visual. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pemutaran video edukasi, diskusi, serta evaluasi pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah mengikuti kelas. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Ibu Hamil, Edukasi Kesehatan, Audio Visual, Kelas Ibu Hamil</p>2026-04-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ismiyanti Achmad, Erniwati Darangahttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1179Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini2026-04-02T09:30:12+00:00Zumrotul Ulazumrotul.ula18@gmail.comHendri Parluhutan L. Tobingzumrotul.ula18@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatzumrotul.ula18@gmail.comHasnia Hasniazumrotul.ula18@gmail.comAinun Mardiahzumrotul.ula18@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan.</p> <p>Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC).</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education.</p> <p>The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women.</p> <p>The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC).</p> <p>In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service</p>2026-04-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zumrotul Ula, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1180Sosialisasi Perawatan Luka Diabetes pada Masyarakat Berisiko Tinggi di Daerah Perkotaan2026-04-02T16:04:22+00:00Yanti Mustarinanthymustarin@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Diabetic wounds are a serious complication in people with diabetes mellitus, which can lead to infection and even amputation if not properly managed. Lack of public knowledge regarding diabetic wound care is a major factor in the increased risk of complications. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of high-risk communities in diabetic wound care. Implementation methods included health education, wound care demonstrations, and community mentoring. Results showed an increase in participants' knowledge and skills in independently caring for diabetic wounds. This program is effective in supporting the prevention of diabetic wound complications in the community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Diabetic Wounds, Wound Care, Health Promotion, Community</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka diabetes menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat berisiko tinggi dalam perawatan luka diabetes. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan luka, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan perawatan luka diabetes secara mandiri. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan komplikasi luka diabetes di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Luka Diabetes, Perawatan Luka, Promosi Kesehatan, Masyarakat</p>2026-04-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yanti Mustarin, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1199Pelatihan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Tenaga Kesehatan2026-04-04T15:02:08+00:00Ali Imranwahabthamrin1@gmail.comMuslimin B Muslimin Bwahabthamrin1@gmail.comRivayanti Nawawiwahabthamrin1@gmail.comNurhayati Nurhayatiwahabthamrin1@gmail.comRifai Rifaiwahabthamrin1@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Effective communication is a crucial competency for healthcare workers in providing patient care. A lack of communication skills can impact the quality of care and patient satisfaction. This activity aims to improve healthcare workers' communication skills through structured training.</p> <p>Quality healthcare services are not only determined by the clinical competence of healthcare workers, but also significantly influenced by their communication skills in providing care to patients. Therapeutic communication plays a crucial role in building interpersonal relationships, enhancing trust, and supporting patient satisfaction.</p> <p>This community service activity aims to improve healthcare workers' competency in implementing therapeutic communication through an educational and practical approach. Implementation methods include educational activities, effective communication training (verbal and nonverbal), and role-play simulations, supported by mentoring in service practice.</p> <p>The targeted outcomes of this activity are increased knowledge and skills of healthcare workers in therapeutic communication and the realization of more empathetic, effective, and consistent service communication. Therefore, this activity is expected to improve patient comfort and satisfaction, as well as the quality of healthcare services on an ongoing basis at the Pertiwi Mother and Child Hospital in Makassar.</p> <p>The results showed an increase in the average score from 62.3 to 85.7, a 23.4-point increase. Furthermore, participants' communication skills improved during the simulation practice.</p> <p>The conclusion is that effective communication training can improve healthcare workers' knowledge and skills in communicating with patients.</p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Health Communication, Healthcare Workers, Training, Healthcare Services</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Komunikasi efektif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kurangnya kemampuan komunikasi dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan melalui pelatihan terstruktur.</p> <p>Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi klinis tenaga kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Komunikasi terapeutik memiliki peran penting dalam membangun hubungan interpersonal, meningkatkan kepercayaan, serta mendukung kepuasan pasien.</p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan komunikasi terapeutik melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan edukasi, pelatihan komunikasi efektif (verbal dan nonverbal), serta simulasi (role play) yang didukung dengan pendampingan dalam praktik pelayanan.</p> <p>Target luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam komunikasi terapeutik serta terwujudnya komunikasi pelayanan yang lebih empatik, efektif, dan konsisten. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien serta mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 62,3 menjadi 85,7 dengan peningkatan sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan komunikasi peserta dalam praktik simulasi.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi efektif mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam berkomunikasi dengan pasien.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Komunikasi Kesehatan, Tenaga Kesehatan, Pelatihan, Pelayanan Kesehatan</em></p>2026-04-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ali Imranhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1209Pendampingan Bantuan Hidup Dasar Bagi Nelayan Dan Masyarakat Pesisir2026-04-06T08:39:30+00:00Hatty Suathattysuat@yahoo.co.idRais Rahman Haulussyhattysuat@yahoo.co.idSarmalina Rieuwoassahattysuat@yahoo.co.idAtikah Khairunnisahattysuat@yahoo.co.idMuhammad Boruthattysuat@yahoo.co.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Coastal communities, especially fishermen, are at high risk of emergency conditions such as drowning, respiratory arrest, and cardiac arrest. Lack of knowledge and skills in providing first aid can worsen the victim's condition. This community service program aims to improve the knowledge and skills of fishermen and coastal communities in performing Basic Life Support (BLS).</p> <p>The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved coastal community members with a practice-based training approach. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation.</p> <p>The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 52.3 to 85.7. In addition, participants’ skills in performing Basic Life Support improved significantly after the training.</p> <p>In conclusion, Basic Life Support training is effective in improving the capacity of coastal communities in handling emergency situations.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Basic Life Support, fishermen, coastal community, emergency, community service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masyarakat pesisir, khususnya nelayan, memiliki risiko tinggi terhadap kejadian kegawatdaruratan seperti tenggelam, henti napas, dan henti jantung. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan serta masyarakat pesisir dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).</p> <p>Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan masyarakat pesisir sebagai peserta dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 52,3 menjadi 85,7. Selain itu, keterampilan peserta dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar meningkat secara signifikan setelah pelatihan.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pendampingan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bantuan Hidup Dasar, nelayan, masyarakat pesisir, kegawatdaruratan, pengabdian masyarakat</p>2026-04-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hatty Suat, Djunaedihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1212Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja 2026-04-06T23:35:49+00:00Muslimin B Muslimin Bmusimink2@gmail.comAli Imranmusimink2@gmail.comHaryani Haryanimusimink2@gmail.comNurzaidah Syifahmusimink2@gmail.comAlvira Damayanti Saputrimusimink2@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Workplace accidents in healthcare settings remain a significant concern. Lack of understanding and implementation of Occupational Health and Safety Management Systems (OHSMS) can increase the risk of workplace accidents among healthcare workers. This community service program aims to improve knowledge, attitudes, and skills of healthcare workers in implementing OHSMS to reduce workplace accidents.</p> <p>The method used was participatory training and practice-based approach through education, interactive discussions, simulations, and evaluation. The activity was conducted on January 23–25, 2026, at RSUD Haji Makassar, involving 25 healthcare workers. Evaluation was carried out using pre-test, post-test, and skill observation.</p> <p>The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 60.5 to 86.3. Participants also demonstrated improved understanding and skills in implementing OHSMS principles in the workplace.</p> <p>In conclusion, OHSMS implementation training is effective in improving healthcare workers’ competencies and has the potential to reduce workplace accident risks.</p> <p><strong>Keywords:</strong> OHSMS, Occupational Safety, Healthcare Workers, Workplace Accidents, Training</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kecelakaan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Kurangnya pemahaman dan implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dapat meningkatkan risiko kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan SMK3 guna menurunkan risiko kecelakaan kerja.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui edukasi, diskusi interaktif, simulasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23–25 Januari 2026 di RSUD Haji Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 25 tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 60,5 menjadi 86,3. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penerapan prinsip SMK3 di lingkungan kerja.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan implementasi SMK3 efektif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> SMK 3, Keselamatan Kerja, Tenaga Kesehatan, Kecelakaan Kerja, Pelatihan</p>2026-04-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muslimin Bhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1216Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Komunitas Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar2026-04-08T09:09:48+00:00Ruqaiyah Ruqaiyahaikruqaiyah71@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Reproductive health is an important aspect in improving the quality of life of couples of reproductive age. Lack of knowledge related to reproductive health can increase the risk of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and low utilization of health services. This community service program aims to improve the knowledge of reproductive-age couples through community-based reproductive health education.</p> <p>The method used was a participatory educational approach through counseling, interactive discussions, and distribution of educational media. The activity was conducted on February 11, 2026, involving 150 participants in the working area of Polongbangkeng Timur Public Health Center, Takalar Regency. Evaluation was conducted using pre-test and post-test.</p> <p>The results showed an increase in participants' knowledge with the average score rising from 55.2 to 82.6. There was also an improvement in understanding contraceptive use, reproductive health, and prevention of sexually transmitted infections.</p> <p>In conclusion, community-based reproductive health education is effective in improving the knowledge of reproductive-age couples.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Reproductive Health, Couples Of Reproductive Age, Health Education, Community Service</p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasangan usia subur (PUS). Kurangnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, serta rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur melalui edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 150 pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata dari 55,2 menjadi 82,6. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman terkait penggunaan kontrasepsi, kesehatan reproduksi, dan pencegahan penyakit menular seksual.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kesehatan Reproduksi, Pasangan Usia Subur, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat</p>2026-04-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ruqaiyahhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1221Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Meningkatkan Kesehatan Maternal Di Masyarakat2026-04-09T12:00:34+00:00Ardiana Priharwantidiana.arif25@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Maternal health is an important indicator of public health development. Health cadres play a strategic role in supporting maternal health services at the community level. However, limited knowledge and skills often hinder their effectiveness. This community service program aims to improve the capacity of health cadres in supporting maternal health through education and training.</p> <p>The method used was a participatory educational approach through training, discussions, and simulations. The activity involved 35 health cadres. Evaluation was conducted using pre-test, post-test, and skill observation.</p> <p>The results showed an increase in knowledge from an average score of 58.7 to 86.1. In addition, cadres’ skills in educating pregnant women improved significantly.</p> <p>In conclusion, empowering health cadres is effective in improving their capacity and contributes to better maternal health outcomes.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Health Cadres, Maternal Health, Empowerment, Education, Community Service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesehatan maternal merupakan indikator penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Peran kader kesehatan sangat strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu, terutama di tingkat komunitas. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader sering menjadi kendala dalam optimalisasi peran tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mendukung peningkatan kesehatan maternal melalui edukasi dan pelatihan.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui pelatihan, diskusi, dan simulasi. Kegiatan melibatkan 35 kader kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 58,7 menjadi 86,1. Selain itu, keterampilan kader dalam melakukan edukasi kepada ibu hamil juga meningkat secara signifikan.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader serta berkontribusi dalam peningkatan kesehatan maternal di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kader Kesehatan, Kesehatan Maternal, Edukasi, Pemberdayaan, Pengabdian Masyarakat</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ardiana Priharwantihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1252Edukasi Dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Di Lingkungan Masyarakat2026-05-05T15:45:05+00:00Rezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.comFitriah Suryani Jaminrezqiqahika@gmail.comAgustina Agustinarezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Improper waste management remains a major issue in communities and contributes to environmental pollution and health problems. The 3R approach (Reduce, Reuse, Recycle) is an effective strategy to reduce waste volume and promote environmental awareness.</p> <p>This community service program aimed to improve community knowledge and skills in 3R-based waste management through education and assistance. The methods included health education, demonstrations, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in waste sorting and management. This program proved effective in encouraging behavioral change toward environmentally friendly waste management practices.</p> <p><strong>Keywords:</strong> 3R, Waste management, Education, Community service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengelolaan sampah yang tidak tepat masih menjadi permasalahan utama di masyarakat dan berdampak pada pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan strategi yang efektif dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R melalui edukasi dan pendampingan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah. Program ini efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> 3R, Pengelolaan sampah, Edukasi, Pengabdian masyarakat</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rezqiqah Aulia Rahmat, Fitriah Suryani Jaminhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1253Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Epidemiologi Untuk Deteksi Dini Penyakit Menular2026-05-05T22:09:04+00:00Masrikat Maya Diana Claartjemasrikat0412@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Communicable diseases remain a major public health concern, particularly in terms of prevention and early detection. Limited community knowledge regarding basic epidemiology is one of the factors that hinders early detection efforts.</p> <p>This community service program aimed to improve community knowledge and awareness of epidemiological concepts and the importance of early detection of communicable diseases. The methods included health education, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. This program proved effective in enhancing community preparedness to recognize early symptoms of communicable diseases and take appropriate preventive measures.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Epidemiology, Communicable Diseases, Education, Community Service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai epidemiologi dasar menjadi salah satu faktor yang menghambat deteksi dini penyakit menular.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang konsep epidemiologi serta pentingnya deteksi dini penyakit menular. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan setelah diberikan edukasi. Program ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali gejala awal penyakit menular serta mengambil langkah pencegahan yang Tepat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Epidemiologi, Penyakit Menular, Edukasi, Pengabdian Masyarakat</p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Masrikat Maya Diana Claartje, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1250Gerakan Kampung Hijau Melalui Penanaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)2026-05-05T11:47:29+00:00Djunaedi Djunaedidjunaedi79@gmail.comFitriah Suryani Jamindjunaedi79@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The utilization of the environment as a source of health through Family Medicinal Plants (TOGA) is a promotive and preventive effort to improve public health. However, the use of TOGA in communities remains suboptimal due to limited knowledge and skills in cultivation and utilization.</p> <p>This community service program aimed to improve community knowledge and skills in planting and utilizing TOGA through a Green Village movement. The methods included education, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in cultivating and utilizing TOGA. This program proved effective in increasing community awareness of the use of medicinal plants as an alternative treatment and environmental health strategy.</p> <p><strong>Keywords:</strong> TOGA, Green Village, Education, Community Service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber kesehatan melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, pemanfaatan TOGA di masyarakat masih belum optimal akibat rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya serta penggunaannya.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanaman serta pemanfaatan TOGA melalui gerakan Kampung Hijau. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menanam dan memanfaatkan TOGA. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional dan upaya menjaga kesehatan lingkungan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> TOGA, Kampung Hijau, Edukasi, Pengabdian Masyarakat</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Djunaedi Djunaedi, Fitriah Suryani Jaminhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1248Simulasi Pertolongan Pertama Luka Bakar Sebagai Upaya Pencegahan Keparahan Cedera2026-05-05T07:05:41+00:00Rezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.comRizki Andita Noviarrezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Burn injuries are among the most common types of injuries in the community and can lead to tissue damage and serious complications if not managed properly. Appropriate first aid is essential to prevent the severity of injury and to accelerate the healing process. However, public knowledge regarding first aid for burns remains limited.</p> <p>This community service program aimed to improve community knowledge and skills in providing first aid for burn injuries. The methods included health education, demonstrations, and hands-on simulation. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills after the intervention. This program proved effective in enhancing community preparedness in managing burn injuries appropriately, thereby preventing further complications.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Burn Injury, First Aid, Simulation, Health Education</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan awal yang benar sangat penting untuk mencegah keparahan cedera dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama luka bakar masih terbatas.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan simulasi praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah diberikan edukasi dan simulasi. Program ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menangani luka bakar secara tepat sehingga dapat mencegah keparahan cedera.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Simulasi, Edukasi Kesehatan</em></p>2026-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rezqiqah Aulia Rahmat, Rizki Andita Noviarhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1255Pendampingan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Malaria Melalui Gerakan 3M Plus2026-05-05T22:10:16+00:00Musdalifah MusdalifahMusdalifahfayyadh@gmail.comCakrawati R Cakrawati Rcakrawati.rhn@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Malaria is a communicable disease that remains a public health problem in tropical regions. It is transmitted through the bite of <em>Anopheles</em> mosquitoes and can lead to severe complications if not properly managed. Malaria prevention requires comprehensive efforts, including the implementation of the 3M Plus movement.</p> <p>This community service program aimed to improve community knowledge and skills in malaria prevention through education and mentoring based on the 3M Plus movement. The methods included education, demonstrations, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills after the intervention. This program proved effective in increasing community awareness and participation in malaria prevention efforts.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Malaria, 3M Plus, Prevention, Community Service</em></p> <p><em> </em><em> </em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk <em>Anopheles</em> dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Upaya pencegahan malaria perlu dilakukan secara komprehensif, salah satunya melalui gerakan 3M Plus.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan malaria melalui edukasi dan pendampingan berbasis gerakan 3M Plus. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setelah dilakukan intervensi. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan malaria.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Malaria, 3M Plus, Pencegahan, Pengabdian Masyarakat</em></p>2026-05-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Musdalifah Musdalifah, Cakrawati R Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1245Penyuluhan Pencegahan Anemia Dan Gizi Seimbang Dengan Permainan Quizz Battle Gizi Seimbang Kunci Pencegahan Anemia2026-05-02T11:05:52+00:00Egy Sunanda Putraegyputra93@poltekkesjambi.ac.idRusmimpong Rusmimpongegyputra93@poltekkesjambi.ac.idAlpari Nopindraegyputra93@poltekkesjambi.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Anemia remains a significant public health problem, particularly among adolescents and women of reproductive age. One of the main causes of anemia is inadequate iron intake and imbalanced nutritional consumption. Efforts to prevent anemia can be carried out through engaging and interactive health education methods, such as educational games like the <em>Quizz Battle</em>.</p> <p>This community service activity aimed to improve participants’ knowledge regarding anemia prevention and the importance of balanced nutrition through a <em>Quizz Battle Balanced Nutrition</em> game approach. The methods used included health education sessions, interactive discussions, and group-based quiz games designed to enhance active participation.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge about anemia and balanced nutrition after the intervention. Participants also demonstrated high enthusiasm during the game, which contributed to better understanding of the material.</p> <p>In conclusion, the <em>Quizz Battle</em> method is an effective educational tool to enhance knowledge about anemia prevention and the importance of balanced nutrition.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Anemia, Balanced Nutrition, Health Education, Quizz Battle</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi, khususnya pada remaja dan wanita usia subur. Salah satu faktor utama penyebab anemia adalah kurangnya asupan zat besi serta ketidakseimbangan pola konsumsi gizi. Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan yang menarik dan interaktif, salah satunya dengan metode permainan edukatif seperti <em>Quizz Battle</em>.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan anemia dan pentingnya gizi seimbang melalui metode permainan <em>Quizz Battle Gizi Seimbang</em>. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta permainan kuis berbasis kelompok yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait anemia dan gizi seimbang setelah mengikuti kegiatan. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama permainan berlangsung, yang berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman materi.</p> <p>Metode permainan <em>Quizz Battle</em> terbukti efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia dan pentingnya gizi seimbang.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Anemia, Gizi Seimbang, Pendidikan Kesehatan, Quizz Battle</p>2026-04-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Egy Sunanda Putra, Rusmimpong Rusmimpong, Alpari Nopindrahttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1251Inovasi Eco-Brick Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Plastik Di Lingkungan Masyarakat2026-05-05T11:51:44+00:00Nurhaedah Nurhaedahnurhaedah@gmail.comFitriah Suryani Jaminnurhaedah@gmail.comRezki Auliahnurhaedah@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Plastic waste is one of the major environmental problems that continues to increase and is difficult to decompose naturally. Improper plastic waste management can lead to environmental pollution and negatively affect public health. One innovative solution is the utilization of plastic waste into eco-bricks.</p> <p>This community service program aimed to improve community knowledge and skills in managing plastic waste through eco-brick production. The methods included education, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in producing eco-bricks. This program proved effective in reducing plastic waste and increasing environmental awareness in the community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Eco-brick, Plastic waste, Education, Community service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat dan sulit terurai secara alami. Pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu solusi inovatif yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi eco-brick.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik melalui pembuatan eco-brick. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan eco-brick. Program ini efektif dalam mengurangi sampah plastik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Eco-brick, Sampah plastik, Edukasi, Pengabdian masyarakat</p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhaedah Nurhaedah, Fitriah Suryani Jaminhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1213Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Masyarakat di Wilayah Puskesmas Oesapa Kota Kupang2026-04-25T06:38:31+00:00Serly Sani Mahoklorysani.mahoklory04@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Out-of-hospital cardiac arrest is a life-threatening emergency that requires immediate intervention to prevent death and irreversible brain damage. Basic Life Support (BLS) plays a crucial role as an initial response that can be performed by laypersons before professional medical assistance arrives. However, the level of knowledge and skills related to BLS among community members remains limited, particularly in the working area of Puskesmas Oesapa.This community service program aimed to improve the knowledge and practical skills of the community in performing Basic Life Support. The methods applied included health education sessions, demonstrations, and hands-on practice using mannequins. Participants consisted of local residents, including health cadres and community members. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of cardiac arrest recognition and the correct steps of BLS. In addition, participants demonstrated better skills and confidence in performing cardiopulmonary resuscitation (CPR) during simulations. In conclusion, the BLS training program effectively enhanced community preparedness in responding to emergency situations. Continuous and periodic training is recommended to sustain and further improve community competence in life-saving interventions.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Basic Life Support, Cardiopulmonary Resuscitation, Community Service, Emergency Response</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Henti jantung mendadak merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan masyarakat. Penanganan awal melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapatkan pertolongan medis lanjutan. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait BHD masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di wilayah Puskesmas Oesapa Kota Kupang dalam melakukan tindakan BHD secara tepat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan media manekin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait langkah-langkah BHD, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bantuan Hidup Dasar, Resusitasi Jantung Paru, Pengabdian Masyarakat, Kegawatdaruratan</p>2026-04-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Serly Sani Mahokloryhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1249Transformasi Pengetahuan Perawatan Melalui Program Pengabdian Berbasis Komunitas2026-05-05T08:57:17+00:00Zuriani Rizkirizkirajul@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Transforming knowledge in the field of nursing is a crucial strategy for improving the quality of public health. Community-based service programs are an effective approach for directly transferring knowledge and skills to the community. However, gaps in health knowledge and practices persist in the community, which can impact the quality of self-care.</p> <p>This activity aims to improve community knowledge through community-based health education. The methods used include counseling, interactive discussions, and pre- and post-test evaluations.</p> <p>The results showed a significant increase in community knowledge after the educational intervention. This program has proven effective in transforming care knowledge and increasing public awareness of proper health practices.</p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Knowledge transformation, Nursing, Community service, Health education</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi pengetahuan dalam bidang perawatan merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program pengabdian berbasis komunitas menjadi pendekatan efektif dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat secara langsung. Namun, masih terdapat kesenjangan pengetahuan dan praktik kesehatan di masyarakat yang dapat berdampak pada rendahnya kualitas perawatan mandiri.</p> <p>Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi pre-test serta post-test.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat setelah intervensi edukasi. Program ini terbukti efektif dalam mentransformasikan pengetahuan perawatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik kesehatan yang benar.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Transformasi pengetahuan, Perawatan, Pengabdian masyarakat, Edukasi kesehatan</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zuriani Rizki, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1247Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Pencegahan Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini2026-05-05T05:57:47+00:00Fara Khansa Azizahfarakhansa96@gmail.comNurhayati Nurhayatifarakhansa96@gmail.comCakrawati R Cakrawati Rcakrawati.rhn@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Early marriage remains a public health issue that contributes to an increased risk of pregnancy complications among mothers. Young mothers are at higher risk of experiencing anemia, preeclampsia, preterm birth, and low birth weight infants. Limited knowledge regarding antenatal care further exacerbates these risks.</p> <p>This community service program aimed to improve the knowledge of mothers with early marriage regarding midwifery care in preventing pregnancy complications. The methods used included health education sessions, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test. The participants were pregnant women with a history of early marriage.</p> <p>The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. This program proved effective in enhancing mothers’ understanding of the importance of routine antenatal care, early detection of complications, and the adoption of healthy behaviors during pregnancy.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Early Marriage, Midwifery Care, Pregnancy Complications, Health Education</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan pada ibu. Ibu dengan usia muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia, preeklamsia, persalinan prematur, serta bayi berat lahir rendah. Kurangnya pengetahuan mengenai perawatan kehamilan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut.</p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dengan pernikahan dini mengenai asuhan kebidanan dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, deteksi dini komplikasi, serta penerapan pola hidup sehat selama kehamilan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Pernikahan Dini, Asuhan Kebidanan, Komplikasi Kehamilan, Pendidikan Kesehatan.</p> <p> </p>2026-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fara Khansa Azizah, Cakrawati R Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1254Implementasi Layanan Home Care Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Di Masyarakat2026-05-05T22:09:40+00:00Andi Kamal M. Salloandhykamal789@gmail.comRosida Rosidaandhykamal789@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Home care services represent an innovative approach in healthcare delivery aimed at improving patients' quality of life, particularly for individuals with chronic illnesses, elderly patients, and those requiring post-hospital care. This community service program (PKM) aims to implement home care services to enhance the quality of life of patients within the community. The methods used include health education, home visits, patient condition monitoring, and family empowerment in providing self-care. The target group consists of communities with limited access to healthcare services in the assisted areas. The results indicate an improvement in family knowledge regarding patient care, increased treatment adherence, and better health conditions and quality of life among patients. The implementation of home care services has proven to be an effective holistic approach to improving patient well-being in the community.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Home Care, Quality Of Life, Patient, Community Service, Community Health</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pelayanan kesehatan berbasis rumah (home care) merupakan salah satu inovasi dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, khususnya pasien dengan penyakit kronis, lansia, serta pasien pasca perawatan di fasilitas kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan layanan home care sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien di masyarakat. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, kunjungan rumah, pemantauan kondisi pasien, serta pemberdayaan keluarga dalam perawatan mandiri. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keluarga terhadap perawatan pasien, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta perbaikan kondisi kesehatan dan kualitas hidup pasien. Implementasi layanan home care terbukti efektif sebagai pendekatan holistik dalam meningkatkan kesejahteraan pasien di masyarakat.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Home Care, Kualitas Hidup, Pasien, Pengabdian Masyarakat, Kesehatan </em><em>Komunitas</em></p>2026-05-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Kamal M. Sallo, Rosida Rosidahttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1220Edukasi Pertolongan Pertama Luka Bakar Untuk Meningkatkan Keselamatan Masyarakat2026-04-08T13:34:46+00:00Reghula Maryeti Sandrashan.girldiamong@yahoo.comAngriawan Angriawanawan.binasnuan@gmail.comAnshar Ranteshan.girldiamong@yahoo.comSafrina Ramadhani shan.girldiamong@yahoo.comZaenal Zaenalshan.girldiamong@yahoo.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Burn injuries are common incidents in the community and can lead to serious consequences if not properly managed. Lack of knowledge regarding first aid for burns may increase the risk of complications and worsen the condition. This community service program aims to improve public knowledge and skills in providing first aid for burn injuries.</p> <p>The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved 50 community participants. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation.</p> <p>The results showed an increase in knowledge from an average score of 54.6 to 83.8. Participants also demonstrated improved skills in proper burn first aid management.</p> <p>In conclusion, burn first aid education is effective in improving community safety.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Burn Injury, First Aid, Health Education, Community Safety, Community Service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menyebabkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperparah kondisi luka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan melibatkan 50 peserta dari masyarakat umum. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 54,6 menjadi 83,8. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan penanganan luka bakar secara tepat.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama luka bakar efektif dalam meningkatkan keselamatan masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Edukasi Kesehatan, Keselamatan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Reghula Maryeti Sandra, Angriawan, Zaenalhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1258Edukasi dan Pendampingan Pertolongan Pertama Luka Bakar dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat2026-05-08T05:11:47+00:00Mohammad Arifin Noorarifin.noor@unissula.ac.idDwi Nur Ainiarifin.noor@unissula.ac.idViyan Septiyana Achmadarifin.noor@unissula.ac.idRetno Setyawatiarifin.noor@unissula.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Burn injuries are among the most common injuries occurring in households and workplaces and may lead to serious complications if not treated properly. Limited public knowledge regarding first aid for burns often results in inappropriate treatment that worsens the victim’s condition. This community service program aimed to improve community knowledge and skills regarding burn first aid through health education activities. The implementation methods included preliminary surveys, health counseling, first aid demonstrations, practical simulations, and evaluations using pre-test and post-test methods. The target participants were 30 community members in the assisted area. The results showed an increase in community knowledge, with the average pre-test score rising from 56 to 86 in the post-test. Participants were also able to correctly perform burn first aid procedures according to health standards. Burn first aid education has proven effective in improving community preparedness and safety in handling simple emergency situations in daily life.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Burn Injury, First Aid, Health Education, Community Safety, Community Service</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga maupun tempat kerja dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar sering mengakibatkan penanganan yang salah sehingga memperburuk kondisi korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyuluhan, demonstrasi pertolongan pertama, simulasi praktik, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum di wilayah binaan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 menjadi 86 pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan langkah pertolongan pertama luka bakar dengan benar sesuai prosedur kesehatan. Edukasi pertolongan pertama luka bakar terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sederhana di lingkungan sehari-hari.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Edukasi Kesehatan, Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Keselamatan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat</em></p> <p><strong>PEND</strong></p>2026-05-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mohammad Arifin Noor, Dwi Nur Aini, Viyan Septiyana A Achmadhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1261Pengembangan Produk Kreatif Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat2026-05-08T10:28:09+00:00Riswan Riswanriswanhartawansanusi@gmail.comRahmat Pannyiwirahmatpannyiwi79@gmail.comSapnita Sapnita riswanhartawansanusi@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of creative products based on local potential is one of the community empowerment strategies that can increase the economic value of regional resources. Lack of product innovation, limited marketing skills, and low utilization of local potential are major obstacles to increasing community income. This community service program aimed to improve community capabilities in developing creative products based on local potential to enhance economic income. The implementation methods included identifying local potential, training in creative product manufacturing, product packaging assistance, digital marketing education, and activity evaluation. The target participants were 25 community members and small business actors in the assisted area. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in processing local resources into marketable products. In addition, the community began to market products through digital media and showed increased motivation in developing independent businesses. This program proved effective in encouraging community economic empowerment based on local potential.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Creative Products, Local Potential, Community Empowerment, Community Income, Small Businesses</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan nilai ekonomi sumber daya daerah. Kurangnya inovasi produk, keterbatasan keterampilan pemasaran, dan rendahnya pemanfaatan potensi lokal menjadi kendala utama dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi potensi lokal, pelatihan pembuatan produk kreatif, pendampingan pengemasan produk, edukasi pemasaran digital, serta evaluasi hasil kegiatan. Sasaran kegiatan adalah kelompok masyarakat dan pelaku usaha kecil di wilayah binaan dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual. Selain itu, masyarakat mulai mampu memasarkan produk melalui media digital dan mengalami peningkatan motivasi dalam mengembangkan usaha mandiri. Program ini terbukti efektif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Produk Kreatif, Potensi Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Pendapatan Masyarakat, UMKM</em></p>2026-05-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Riswan Riswan, Rahmat Pannyiwihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1262Peningkatan Literasi Masyarakat Tentang Penyakit Menular Melalui Pendekatan Biologi Kesehatan2026-05-08T11:56:38+00:00Rahmat Pannyiwirahmatpannyiwi79@gmail.comGlory Gelarich Simanjuntakrahmatpannyiwi79@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Infectious diseases remain a major public health problem that requires serious attention, especially due to the low level of public health literacy regarding the causes, transmission, and prevention of diseases. Limited public understanding increases the risk of infectious disease transmission in daily life. This community service program aimed to improve community literacy regarding infectious diseases through a health biology approach. The implementation methods included preliminary surveys, health education, demonstrations of clean and healthy living behavior, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of community members and health cadres. The results showed an increase in public knowledge, with the average pre-test score increasing from 57 to 88 in the post-test. In addition, participants began to understand disease transmission mechanisms and the importance of implementing clean and healthy living behaviors in daily life. This program proved effective in improving community health literacy regarding infectious diseases and their prevention.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Health Literacy, Infectious Diseases, Health Biology, Community Education, Disease Prevention</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penyakit menular masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama akibat rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan penyakit. Kurangnya pemahaman masyarakat menyebabkan tingginya risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai penyakit menular melalui pendekatan biologi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyuluhan kesehatan, demonstrasi perilaku hidup bersih dan sehat, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan rata-rata skor pre-test sebesar 57 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, masyarakat mulai memahami mekanisme penularan penyakit dan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penyakit menular dan pencegahannya.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Literasi Kesehatan, Penyakit Menular, Biologi Kesehatan, Edukasi Masyarakat, Pencegahan Penyakit</em></p>2026-05-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rahmat Pannyiwi, Glory Gelarich Simanjuntakhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1263Pelatihan Dan Pendampingan Agripreneur Dalam Mendorong Keberhasilan Usaha Pertanian2026-05-08T13:12:06+00:00Sutrisno Sutrisnosutrisnoabadirompas@gmail.comAsruni Azissutrisnoabadirompas@gmail.comDasmaniar Dasmaniarsutrisnoabadirompas@gmail.comSangkala Irwansutrisnoabadirompas@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The agricultural sector plays an important role in improving the community economy but still faces various challenges such as limited entrepreneurial skills among farmers, lack of business innovation, and minimal use of marketing technology. This community service program aimed to improve community agripreneur capabilities through agricultural business training and mentoring. The implementation methods included participant needs identification, agricultural entrepreneurship training, agricultural product marketing education, business mentoring, and evaluation using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 participants consisting of farmers and young farmers. The results showed an increase in participants’ knowledge regarding agricultural business management, digital marketing, and agricultural product management, with the average pre-test score increasing from 55 to 87 in the post-test. In addition, participants began implementing more effective marketing and business management strategies. This program proved effective in improving community motivation and skills in developing agripreneur-based agricultural businesses.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Agripreneur, Agricultural Business, Community Empowerment, Training, Mentoring</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sektor pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya kemampuan kewirausahaan petani, keterbatasan inovasi usaha, dan kurangnya pemanfaatan teknologi pemasaran. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan agripreneur masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha pertanian. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, pelatihan kewirausahaan pertanian, edukasi pemasaran hasil pertanian, pendampingan usaha, serta evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari petani dan pemuda tani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manajemen usaha pertanian, pemasaran digital, dan pengelolaan hasil pertanian dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 87 pada post-test. Selain itu, peserta mulai mampu menerapkan strategi pemasaran dan pengelolaan usaha secara lebih efektif. Program ini terbukti mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian berbasis agripreneur.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Agripreneur, Usaha Pertanian, Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan, Pendampingan</em></p>2026-05-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sutrisno Sutrisno, Asruni Azis, Dasmaniar Dasmaniar, Sangkala Irwanhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1264Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Kehamilan Dengan Pendekatan Continuity Of Care2026-05-11T13:11:37+00:00Dewi Hastutydewihastuty77@gmail.comCakrawati R Cakrawati Rcakrawati.rhn@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Pregnancy is a physiological process that requires continuous care and attention to maintain the health of both mother and fetus. Limited knowledge among pregnant women regarding pregnancy care may increase the risk of complications during pregnancy, childbirth, and postpartum periods. The <em>Continuity of Care</em> (CoC) approach is a continuous healthcare service model provided from pregnancy, childbirth, postpartum care, to newborn care. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and awareness regarding pregnancy care through the Continuity of Care approach. The implementation methods included health education, interactive discussions, pregnancy care demonstrations, mentoring for pregnant women, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 pregnant women in the assisted area. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 58 to 89 in the post-test. In addition, pregnant women began to understand the importance of routine antenatal care, nutritional fulfillment, danger signs during pregnancy, and preparation for safe childbirth. This program proved effective in improving maternal health literacy through the Continuity of Care approach.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Health Education, Pregnancy Care, Continuity Of Care, Pregnant Women, Maternal Health</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kehamilan merupakan proses fisiologis yang membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Pendekatan <em>Continuity of Care</em> (CoC) merupakan model pelayanan kesehatan berkesinambungan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya perawatan kehamilan melalui pendekatan Continuity of Care. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi perawatan kehamilan, pendampingan ibu hamil, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu hamil di wilayah binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 58 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu hamil mulai memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan yang aman. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil melalui pendekatan Continuity of Care.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Pendidikan Kesehatan, Kehamilan, Continuity Of Care, Ibu Hamil, Kesehatan Maternal</em></p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dewi Hastuty, Cakrawati R Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1265Peningkatan Kesadaran Olahraga Rutin Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular2026-05-11T12:57:44+00:00Rahmat Pannyiwirahmatpannyiwi79@gmail.comM. Khalid Fredy Saputrarahmatpannyiwi79@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, obesity, and heart disease are increasing public health problems. One of the main risk factors for NCDs is the lack of physical activity and low public awareness regarding the importance of regular exercise. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding the importance of regular exercise as an effort to prevent non-communicable diseases. The implementation methods included health education, simple exercise demonstrations, group exercise sessions, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 participants consisting of community members and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 88 in the post-test. In addition, participants demonstrated increased motivation to engage in regular physical activity and understood the benefits of exercise in maintaining body health. This program proved effective in increasing public awareness regarding the importance of regular exercise as a promotive and preventive effort against non-communicable diseases.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Regular Exercise, Non-Communicable Diseases, Physical Activity, Health Promotion, Community Service</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di masyarakat. Salah satu faktor risiko utama PTM adalah kurangnya aktivitas fisik dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi olahraga sederhana, senam bersama, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi dalam melakukan aktivitas fisik secara rutin dan memahami manfaat olahraga dalam menjaga kesehatan tubuh. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga rutin sebagai upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Olahraga Rutin, Penyakit Tidak Menular, Aktivitas Fisik, Promosi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat</em></p>2026-05-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rahmat Pannyiwi, M. Khalid Fredy Saputrahttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1268Pendampingan Keluarga Dalam Penerapan Gizi Seimbang Melalui Isi Piringku2026-05-11T21:36:50+00:00Nur Rahma Srifitayaninurrahmasrifitayani@unimerz.ac.idYuliana D Yuliana Dnurrahmasrifitayani@unimerz.ac.idArmiyati Nurnurrahmasrifitayani@unimerz.ac.idCakrawati R Cakrawati Rcakrawati.rhn@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Nutritional problems remain a public health challenge influenced by limited family understanding regarding healthy eating patterns and balanced nutrition. The “My Plate” program is a balanced nutrition guideline introduced to help communities understand proper food portion distribution in daily life. This community service program aimed to improve family knowledge and skills in implementing balanced nutrition through the “My Plate” approach. The implementation methods included health education, demonstrations of balanced nutrition menu preparation, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 57 to 89 in the post-test. In addition, families began to prepare healthy meal menus according to the “My Plate” principles and understood the importance of consuming balanced nutritious foods in maintaining family health. This program proved effective in improving family awareness and behavior regarding the implementation of balanced nutrition in daily life.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Balanced Nutrition, My Plate, Family, Health Education, Community Service</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman keluarga mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang. Program “Isi Piringku” merupakan panduan gizi seimbang yang diperkenalkan untuk membantu masyarakat memahami proporsi konsumsi makanan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menerapkan gizi seimbang melalui pendekatan “Isi Piringku”. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penyusunan menu gizi seimbang, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 57 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, keluarga mulai mampu menyusun menu makanan sehat sesuai prinsip “Isi Piringku” dan memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dalam menjaga kesehatan keluarga. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku keluarga terhadap penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Gizi Seimbang, Isi Piringku, Keluarga, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian Masyarakat</em></p>2026-05-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Rahma Srifitayani, Cakrawati R Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1269Peran Perawat Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir2026-05-11T21:35:02+00:00Darmi Ardaagdosiagdosi@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Newborn care is an important factor in maintaining infant health and survival during the neonatal period. Limited maternal knowledge regarding newborn care may increase the risk of infection, growth disorders, and health complications in infants. Nurses have an important role as educators in providing health education to mothers regarding newborn care. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge about newborn care through health education conducted by nurses. The implementation methods included health counseling, newborn care demonstrations, maternal mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 postpartum mothers and mothers with newborn babies. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, mothers were able to correctly practice newborn care, such as umbilical cord care, breastfeeding, maintaining infant hygiene, and keeping the baby warm. This program proved effective in improving mothers’ knowledge and skills regarding newborn care.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Nurse, Health Education, Newborn Baby, Mother, Neonatal Care</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perawatan bayi baru lahir merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup bayi pada masa neonatal. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, gangguan pertumbuhan, serta komplikasi kesehatan pada bayi. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir melalui edukasi kesehatan yang dilakukan oleh perawat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan bayi, pendampingan ibu, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu nifas dan ibu dengan bayi baru lahir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu mulai mampu mempraktikkan cara merawat bayi baru lahir dengan benar, seperti perawatan tali pusat, menyusui, menjaga kebersihan bayi, dan menjaga kehangatan tubuh bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Perawat, Pendidikan Kesehatan, Bayi Baru Lahir, Ibu, Perawatan Neonatal</em></p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Darmi Arda, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1270Pendampingan Penerapan Konsep Isi Piringku Untuk Meningkatkan Perilaku Makan Sehat2026-05-12T07:53:02+00:00Nurharlinah Nurharlinahlinnurharlina@gmail.comCakrawati R Cakrawati Rcakrawati.rhn@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Unhealthy eating behavior remains one of the main causes of nutritional problems and non-communicable diseases in society. Limited public understanding regarding balanced dietary patterns often leads to food consumption that does not meet nutritional needs. The “My Plate” concept is a balanced nutrition guideline introduced by the Indonesian Ministry of Health to help communities understand healthy food proportions in daily meals. This community service program aimed to improve public knowledge and healthy eating behavior through mentoring in the implementation of the “My Plate” concept. The implementation methods included health education, healthy menu preparation demonstrations, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, participants were able to prepare healthy menus according to the “My Plate” principles and apply healthy eating behaviors in daily life. This program proved effective in improving public awareness and behavior regarding the importance of balanced nutrition and healthy eating patterns.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>My Plate, Healthy Eating Behavior, Balanced Nutrition, Health Education, Community Service</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perilaku makan yang tidak sehat masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya masalah gizi dan penyakit tidak menular di masyarakat. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola makan seimbang menyebabkan konsumsi makanan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan gizi tubuh. Konsep “Isi Piringku” merupakan panduan gizi seimbang yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu masyarakat memahami proporsi makanan sehat dalam satu kali makan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan sehat masyarakat melalui pendampingan penerapan konsep “Isi Piringku”. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penyusunan menu sehat, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, peserta mulai mampu menyusun menu sehat sesuai prinsip “Isi Piringku” dan menerapkan perilaku makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Isi Piringku, Perilaku Makan Sehat, Gizi Seimbang, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian Masyarakat</em></p>2026-05-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurlinah Nurlinah, Cakrawati R Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1271Pelatihan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Sebagai Intervensi Non Farmakologis Untuk Mengurangi Stres Masyarakat2026-05-15T05:33:45+00:00Riswanti Riswantiriswanti@uim-makassar.ac.idCakrawati R Cakrawati Rcakrawati.rhn@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Stress is one of the psychological health problems commonly experienced by communities due to work demands, economic issues, and social changes in daily life. Unmanaged stress may negatively affect both physical and mental health. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce stress is deep breathing relaxation techniques. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in practicing deep breathing relaxation techniques as an effort to manage stress. The implementation methods included health education, relaxation technique demonstrations, direct practice sessions, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 participants consisting of community members and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 88 in the post-test. In addition, participants were able to independently practice deep breathing relaxation techniques and reported reduced tension and anxiety after the exercise sessions. This program proved effective in improving community abilities to manage stress through non-pharmacological interventions.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Deep Breathing Relaxation, Stress, Non-Pharmacological Intervention, Mental Health, Community Service</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Stres merupakan salah satu masalah kesehatan psikologis yang sering dialami masyarakat akibat tuntutan pekerjaan, masalah ekonomi, serta perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres adalah teknik relaksasi nafas dalam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan teknik relaksasi nafas dalam sebagai upaya pengelolaan stres. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik relaksasi, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik relaksasi nafas dalam secara mandiri dan melaporkan penurunan tingkat ketegangan serta rasa cemas setelah latihan dilakukan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola stres melalui intervensi non farmakologis.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Relaksasi Nafas Dalam, Stres, Intervensi Non Farmakologis, Kesehatan Mental, Pengabdian Masyarakat</em></p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Riswanti Riswanti, Cakrawati R Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1274Program Aktivitas Fisik Sehat Untuk Meningkatkan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus2026-05-16T13:52:27+00:00Rezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.comYudi Muammarrezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Diabetes mellitus is a non-communicable disease with increasing prevalence and has become a major public health problem. Poor blood glucose control may lead to serious complications such as heart disease, kidney disorders, neuropathy, and visual impairment. One effective non-pharmacological intervention to help control blood glucose levels is regular physical activity. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of diabetes mellitus patients regarding the importance of healthy physical activity in blood glucose control. The implementation methods included health education, diabetes exercise demonstrations, light physical activity practice, participant mentoring, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 diabetes mellitus patients and their family companions. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, participants were able to independently perform physical activities and showed a decrease in average random blood glucose levels after the program. This program proved effective in improving awareness and abilities of diabetes mellitus patients in performing healthy physical activities as an effort to control blood glucose levels.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Physical Activity, Diabetes Mellitus, Blood Glucose, Diabetes Exercise, Community Service</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Pengendalian kadar gula darah yang tidak optimal dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, neuropati, dan gangguan penglihatan. Salah satu upaya non farmakologis yang efektif dalam membantu mengontrol kadar gula darah adalah aktivitas fisik secara rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes mellitus mengenai pentingnya aktivitas fisik sehat dalam pengendalian gula darah. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi senam diabetes, praktik aktivitas fisik ringan, pendampingan peserta, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 pasien diabetes mellitus dan keluarga pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, peserta mampu melakukan aktivitas fisik secara mandiri dan menunjukkan penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu setelah program berlangsung. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan pasien diabetes mellitus dalam melakukan aktivitas fisik sehat sebagai upaya pengendalian gula darah.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus, Gula Darah, Senam Diabetes, Pengabdian Masyarakat</em></p>2026-05-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rezqiqah Aulia Rahmat, Yudi Muammarhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1275Pendampingan Lansia Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Melalui Intervensi Keperawatan Komunitas2026-05-17T10:11:56+00:00Jukarnain Jukarnainjukarnain.dty@uim-makassar.ac.idRahmat Pannyiwirahmatpannyiwi79@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Fall risk in the elderly is one of the common health problems caused by decreased physical function, balance disorders, and physiological changes during aging. Falls in older adults may lead to injuries, decreased mobility, dependency, and reduced quality of life. Community nursing interventions are needed to improve elderly knowledge and abilities in preventing fall risks. This community service program aimed to improve elderly knowledge and skills in fall prevention through education and community nursing assistance. The implementation methods included health education, balance exercise demonstrations, elderly mentoring, home environment observation, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 elderly participants and their family companions. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 88 in the post-test. In addition, elderly participants were able to perform simple balance exercises and understand how to create a safe home environment to prevent falls. This program proved effective in improving awareness and abilities of older adults in preventing fall risks through community nursing interventions.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Elderly, Fall Risk, Community Nursing, Fall Prevention, Elderly Health</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Risiko jatuh pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi akibat penurunan fungsi fisik, gangguan keseimbangan, serta perubahan fisiologis pada proses penuaan. Kejadian jatuh pada lansia dapat menyebabkan cedera, penurunan mobilitas, ketergantungan, hingga penurunan kualitas hidup. Intervensi keperawatan komunitas diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mencegah risiko jatuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam pencegahan risiko jatuh melalui edukasi dan pendampingan keperawatan komunitas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi latihan keseimbangan, pendampingan lansia, observasi lingkungan rumah, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 lansia dan keluarga pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, lansia mulai mampu melakukan latihan keseimbangan sederhana dan memahami cara menciptakan lingkungan rumah yang aman untuk mencegah jatuh. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam pencegahan risiko jatuh melalui intervensi keperawatan komunitas.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Lansia, Risiko Jatuh, Keperawatan Komunitas, Pencegahan Jatuh, Kesehatan Lansia</em></p>2026-05-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jukarnain Jukarnain, Rahmat Pannyiwihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1276Pendampingan Pola Konsumsi Makanan Sumber Yodium Dalam Pencegahan Gaky Di Wilayah Pesisir2026-05-17T10:18:09+00:00Sudirman Sudirmansudirman.skm@gmail.comRahmat Pannyiwirahmatpannyiwi79@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Iodine Deficiency Disorders (IDD) remain a public health problem that may affect growth, development, and quality of life, especially in areas with limited iodine intake. Limited public knowledge regarding the importance of consuming iodine-rich foods is one of the contributing factors to IDD. This community service program aimed to improve public knowledge and dietary behavior regarding iodine-rich food consumption as an effort to prevent IDD in coastal areas. The implementation methods included health education, demonstrations on selecting iodine-rich food ingredients, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 55 to 89 in the post-test. In addition, the community began to understand the importance of using iodized salt and consuming seafood as sources of iodine. This program proved effective in improving public awareness regarding IDD prevention through iodine-rich dietary patterns.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Iodine Deficiency Disorders, Iodine, Coastal Areas, Community Nutrition, Community Service</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses konsumsi yodium yang kurang optimal. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sumber yodium menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya GAKY. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi makanan sumber yodium sebagai upaya pencegahan GAKY di wilayah pesisir. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pemilihan bahan makanan sumber yodium, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya penggunaan garam beryodium dan konsumsi makanan laut sebagai sumber yodium. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan GAKY melalui pola konsumsi makanan sumber yodium.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>GAKY, Yodium, Wilayah Pesisir, Gizi Masyarakat, Pengabdian Masyarakat</em></p>2026-05-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sudirman Sudirman, Rahmat Pannyiwihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1277Edukasi Pencegahan Abses Odontogenik Sebagai Penyakit Gigi Kritis Pada Masyarakat Desa2026-05-19T05:03:20+00:00Nurhaedah Nurhaedahnurhaedah.iskandar@gmail.comAinun Jariyahnurhaedah.iskandar@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Odontogenic abscess is a serious oral infection originating from the teeth and supporting tissues. This condition may cause severe pain, swelling, impaired oral function, and even serious complications if not properly treated. Limited public knowledge regarding oral and dental health is one of the factors increasing the risk of odontogenic abscess in rural communities. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding the prevention of odontogenic abscess through oral health education. The implementation methods included health counseling, demonstrations of proper tooth brushing techniques, simple dental examinations, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 40 rural community participants. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 54 to 88 in the post-test. In addition, participants began to understand the importance of maintaining oral hygiene and conducting regular dental check-ups. This program proved effective in increasing public awareness regarding the prevention of odontogenic abscess as a critical dental disease.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Odontogenic Abscess, Oral Health, Health Education, Rural Community, Dental Disease Prevention</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Abses odontogenik merupakan infeksi serius pada rongga mulut yang berasal dari jaringan gigi dan jaringan pendukungnya. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, gangguan fungsi mulut, bahkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Rendahnya pengetahuan masyarakat desa mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya abses odontogenik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan kesehatan gigi sederhana, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 54 meningkat menjadi 88 pada post-test. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan abses odontogenik sebagai penyakit gigi kritis.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Abses Odontogenik, Kesehatan Gigi, Edukasi Kesehatan, Masyarakat Desa, Pencegahan Penyakit Gigi</em></p>2026-05-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhaedah Nurhaedah, Ainun Jariyah