https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/issue/feedSahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-04-09T12:00:34+00:00Rahmat Pannyiwiagdosiagdosi@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong>, merupakan jurnal untuk berfokus kepada hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, praktisi, ataupun mahasiswa. Jurnal ini dikelola oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia (AGDOSI) Makassar, Sulawesi Selatan. Pengelola jurnal ini terdiri dari dosen dan praktisi dari berbagai latar belakang perguruan tinggi di Indonesia. <strong>Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong> terbit 4 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan <strong>September, Desember,</strong> <strong>Maret </strong>dan<strong> Juni</strong>.</p>https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1171Edukasi Pijat Bayi dan Anak sebagai Upaya Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita2026-04-02T06:11:36+00:00Siti Badria Asikinbadria.stikes@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Toddler growth and development is a crucial aspect in determining the quality of their future health. One way to support toddler growth and development is through infant and child massage. Infant massage has benefits in improving blood circulation, sleep quality, and strengthening the bond between mother and child. However, many mothers still do not know the correct infant massage techniques. This community service activity aims to improve mothers' knowledge and skills in performing infant and child massage. The implementation method included counseling, demonstrations, and hands-on practice by participants. The results of the activity showed an increase in mothers' knowledge and skills in performing infant massage. Infant massage education is effective in supporting optimal toddler growth and development.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Infant Massage, Growth and Development, Toddler, Health Education</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tumbuh kembang balita merupakan aspek penting dalam menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang balita adalah melalui pijat bayi dan anak. Pijat bayi memiliki manfaat dalam meningkatkan sirkulasi darah, kualitas tidur, serta mempererat ikatan antara ibu dan anak. Namun, masih banyak ibu yang belum mengetahui teknik pijat bayi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi dan anak. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi. Edukasi pijat bayi efektif dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pijat Bayi, Tumbuh Kembang, Balita, Edukasi Kesehatan</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Badria Asikinhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1162Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Kesehatan Preventif Berbasis Thibbun Nabawi2026-04-01T05:03:55+00:00Harniaharniaandimuhammad@gmail.comLusyana Aripaharniaandimuhammad@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Preventive health is an important effort in maintaining public health and preventing various diseases. One approach that can be used in health promotion is through traditional medicine concepts based on religious values, such as Thibbun Nabawi. Thibbun Nabawi is a treatment concept derived from the teachings of the Prophet Muhammad, which emphasizes the importance of maintaining health through a healthy lifestyle, consuming good food, and using natural ingredients as health therapies. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding preventive health through health education based on Thibbun Nabawi. Implementation methods included health education, interactive discussions, demonstrations of the use of natural ingredients such as honey and dates as health therapies, and assessments of knowledge levels before and after the activity. The results of the activity showed an increase in public knowledge and awareness regarding the importance of maintaining health through a healthy lifestyle and the use of natural ingredients. Thibbun Nabawi-based health education has proven effective in increasing public awareness of disease prevention efforts.</p> <p>Keywords: Thibbun Nabawi, Preventive Health, Health Promotion, Community Empowerment</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesehatan preventif merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah terjadinya berbagai penyakit. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam promosi kesehatan adalah melalui konsep pengobatan tradisional berbasis nilai keagamaan, seperti Thibbun Nabawi. Thibbun Nabawi merupakan konsep pengobatan yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, konsumsi makanan yang baik, serta penggunaan bahan alami sebagai terapi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan preventif melalui edukasi kesehatan berbasis Thibbun Nabawi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan bahan alami seperti madu dan kurma sebagai terapi kesehatan, serta evaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan pemanfaatan bahan alami. Edukasi kesehatan berbasis Thibbun Nabawi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Thibbun Nabawi, Kesehatan Preventif, Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Harniahttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1178Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil melalui Kelas Ibu Hamil Berbasis Media Audio Visual2026-04-02T07:45:41+00:00Ismiyanti Achmadismiyantiachmad85@gmail.comErniwati Darangaismiyantiachmad85@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Knowledge of pregnant women is a crucial factor in maintaining the health of both mother and fetus during pregnancy. Lack of knowledge can increase the risk of complications during pregnancy and childbirth. Prenatal classes are one way to improve maternal knowledge through health education. The use of audio-visual media in prenatal classes can increase the effectiveness of information delivery. This community service activity aims to improve the knowledge of pregnant women through audio-visual media-based prenatal classes. Implementation methods include counseling, educational video screenings, discussions, and knowledge evaluations. The results of the activity indicate an increase in knowledge among pregnant women after attending the classes. This program is effective in increasing pregnant women's understanding of pregnancy health.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Pregnant Women, Health Education, Audio-Visual, Prenatal Classes</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pengetahuan ibu hamil merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui edukasi kesehatan. Pemanfaatan media audio visual dalam kelas ibu hamil dapat meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui kelas ibu hamil berbasis media audio visual. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pemutaran video edukasi, diskusi, serta evaluasi pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah mengikuti kelas. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Ibu Hamil, Edukasi Kesehatan, Audio Visual, Kelas Ibu Hamil</p>2026-04-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ismiyanti Achmad, Erniwati Darangahttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1169Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Mewujudkan Desa Bersih dan Sehat2026-04-02T06:44:10+00:00Syaiful Bachrisyaifulbrg62@gmail.comRahmat Pannyiwisyaifulbrg62@gmail.comRusdin Wallysyaifulbrg62@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Waste management is a major challenge in maintaining environmental health in communities, particularly in rural areas. Improper waste management can lead to environmental pollution and increase the risk of various diseases. This community service activity aims to increase community knowledge and participation in community-based waste management. Implementation methods include environmental health education, waste sorting training, and community mentoring in household waste management. Results indicate increased knowledge and changes in community behavior regarding waste management. This program is effective in raising public awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness to create a clean and healthy village.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Waste Management, Environmental Health, Community Empowerment, Healthy Village</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kesehatan lingkungan di masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, pelatihan pemilahan sampah, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mewujudkan desa yang bersih dan sehat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pengelolaan Sampah, Kesehatan Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Sehat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syaiful Bachri, Rahmat Pannyiwihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1220Edukasi Pertolongan Pertama Luka Bakar Untuk Meningkatkan Keselamatan Masyarakat2026-04-08T13:34:46+00:00Reghula Maryeti Sandrashan.girldiamong@yahoo.comAngriawanawan.binasnuan@gmail.comZaenalshan.girldiamong@yahoo.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Burn injuries are common incidents in the community and can lead to serious consequences if not properly managed. Lack of knowledge regarding first aid for burns may increase the risk of complications and worsen the condition. This community service program aims to improve public knowledge and skills in providing first aid for burn injuries.</p> <p>The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved 50 community participants. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation.</p> <p>The results showed an increase in knowledge from an average score of 54.6 to 83.8. Participants also demonstrated improved skills in proper burn first aid management.</p> <p>In conclusion, burn first aid education is effective in improving community safety.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Burn Injury, First Aid, Health Education, Community Safety, Community Service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menyebabkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperparah kondisi luka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan melibatkan 50 peserta dari masyarakat umum. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 54,6 menjadi 83,8. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan penanganan luka bakar secara tepat.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama luka bakar efektif dalam meningkatkan keselamatan masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Edukasi Kesehatan, Keselamatan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Reghula Maryeti Sandra, Angriawan, Zaenalhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1176Program Senam Lansia Terstruktur untuk Meningkatkan Kebugaran Lansia di Panti Jompo2026-04-02T07:43:58+00:00Rezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.comVivi Adriana Suardirezqiqahika@gmail.comDjusmadi Rasyidrezqiqahika@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>The elderly are an age group vulnerable to declining physical function and fitness. Lack of physical activity can increase the risk of degenerative diseases and reduce their quality of life. Elderly exercise is a safe and effective form of physical activity to improve fitness. This community service activity aims to improve the fitness of the elderly through a structured elderly exercise program. Implementation methods include counseling, exercise training, and regular mentoring. Results indicate an increase in the fitness and participation of the elderly in physical activity. This program is effective in improving the health and quality of life of the elderly in nursing homes.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Elderly, Elderly Exercise, Fitness, Health Promotion</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik dan kebugaran. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif serta menurunkan kualitas hidup lansia. Senam lansia merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang aman dan efektif untuk meningkatkan kebugaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran lansia melalui program senam lansia terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan senam, serta pendampingan rutin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebugaran dan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik. Program ini efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia di panti jompo.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Lansia, Senam Lansia, Kebugaran, Promosi Kesehatan</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rezqiqah Aulia Rahmat, Vivi Adriana Suardi, Djusmadi Rasyidhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1167Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Bank Sampah untuk Meningkatkan Kesehatan Lingkungan2026-04-02T01:04:22+00:00Muslimin Bmusimink2@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Waste is an environmental problem that can impact public health. Improper waste management can lead to environmental pollution and increase the risk of various environmental-based diseases. One effort that can be made to address the waste problem is through a waste bank program that involves active community participation in waste management. This community service activity aims to increase public awareness and participation in waste management through the waste bank program as an effort to improve environmental health. Implementation methods include environmental health education, waste management training, the formation of waste bank groups, and activity evaluation. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and participation in waste management, as well as increased public awareness of the importance of maintaining a clean environment. The waste bank program has proven effective in improving environmental health and community empowerment.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Waste Bank, Community Empowerment, Environmental Health, Waste Management</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Permasalahan sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah adalah melalui program bank sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah sebagai upaya meningkatkan kesehatan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, pelatihan pengelolaan sampah, pembentukan kelompok bank sampah, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Program bank sampah terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bank Sampah, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Pengelolaan Sampah</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muslimin Bhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1212Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja 2026-04-06T23:35:49+00:00Muslimin Bmusimink2@gmail.comAli Imranmusimink2@gmail.comHaryanimusimink2@gmail.comNurzaidah Syifahmusimink2@gmail.comAlvira Damayanti Saputrimusimink2@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Workplace accidents in healthcare settings remain a significant concern. Lack of understanding and implementation of Occupational Health and Safety Management Systems (OHSMS) can increase the risk of workplace accidents among healthcare workers. This community service program aims to improve knowledge, attitudes, and skills of healthcare workers in implementing OHSMS to reduce workplace accidents.</p> <p>The method used was participatory training and practice-based approach through education, interactive discussions, simulations, and evaluation. The activity was conducted on January 23–25, 2026, at RSUD Haji Makassar, involving 25 healthcare workers. Evaluation was carried out using pre-test, post-test, and skill observation.</p> <p>The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 60.5 to 86.3. Participants also demonstrated improved understanding and skills in implementing OHSMS principles in the workplace.</p> <p>In conclusion, OHSMS implementation training is effective in improving healthcare workers’ competencies and has the potential to reduce workplace accident risks.</p> <p><strong>Keywords:</strong> OHSMS, Occupational Safety, Healthcare Workers, Workplace Accidents, Training</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kecelakaan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Kurangnya pemahaman dan implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dapat meningkatkan risiko kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan SMK3 guna menurunkan risiko kecelakaan kerja.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui edukasi, diskusi interaktif, simulasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23–25 Januari 2026 di RSUD Haji Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 25 tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 60,5 menjadi 86,3. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penerapan prinsip SMK3 di lingkungan kerja.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan implementasi SMK3 efektif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> SMK 3, Keselamatan Kerja, Tenaga Kesehatan, Kecelakaan Kerja, Pelatihan</p>2026-04-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muslimin Bhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1174Program Senam Lansia sebagai Upaya Promotif dan Preventif dalam Menjaga Kesehatan Lansia2026-04-02T07:42:29+00:00Sri Ariyantiariyanti@stikmuhptk.ac.idRezqiqah Aulia Rahmatariyanti@stikmuhptk.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The elderly are an age group vulnerable to various health problems due to the aging process. Decreased physical function, reduced muscle strength, and an increased risk of non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus are common among the elderly. One way to maintain the health of the elderly is through regular physical activity, such as elderly exercise. This community service activity aims to increase awareness and participation of the elderly in physical activity through an elderly exercise program as a promotive and preventive measure for maintaining health. Implementation methods include health education on the importance of physical activity for the elderly, regular implementation of elderly exercise, and evaluation of the elderly's health condition before and after the activity. The results of the activity indicate an increase in elderly participation in physical activity and an increase in elderly awareness of the importance of maintaining health. The elderly exercise program has been proven effective in improving physical fitness and quality of life for the elderly.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Elderly, Elderly Exercise, Health Promotion, Physical Activity</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan. Penurunan fungsi fisik, berkurangnya kekuatan otot, serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus sering terjadi pada kelompok lansia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia adalah melalui aktivitas fisik secara teratur, seperti senam lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam melakukan aktivitas fisik melalui program senam lansia sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi lansia, pelaksanaan senam lansia secara rutin, serta evaluasi kondisi kesehatan lansia sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi lansia dalam melakukan aktivitas fisik serta peningkatan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Program senam lansia terbukti efektif dalam meningkatkan kebugaran fisik dan kualitas hidup lansia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Lansia, Senam Lansia, Promosi Kesehatan, Aktivitas Fisik</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sri Ariyanti, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1165Pendampingan Pengembangan UMKM Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Brudu Sumobito Jombang2026-04-02T01:00:41+00:00Hevi Susantisusantihevi85@gmail.comAbubakar Betansusantihevi85@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in improving the economy, particularly in rural areas. However, many MSMEs still face various obstacles, such as limited knowledge in business management, marketing, and product innovation. This community service activity aims to provide assistance to MSMEs in developing their businesses to improve their management and development capabilities. This activity was conducted in Brudu Village, Sumobito District, Jombang Regency, using a method of outreach, training, and direct mentoring for MSMEs. The results of the activity indicate an increase in MSMEs' understanding of business management, marketing strategies, and more attractive product packaging. With this mentoring activity, it is hoped that MSMEs in Brudu Village can develop sustainably and improve the economic welfare of the local community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> MSMEs, Business Mentoring, Community Empowerment, Village Economy</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Namun demikian, banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan dalam manajemen usaha, pemasaran, serta inovasi produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pengembangan UMKM guna meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Brudu Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai manajemen usaha, strategi pemasaran, serta pengemasan produk yang lebih menarik. Dengan adanya kegiatan pendampingan ini diharapkan UMKM di Desa Brudu dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> UMKM, Pendampingan Usaha, Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Desa</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hevi Susanti, Abubakar Betanhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1199Pelatihan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Tenaga Kesehatan2026-04-04T15:02:08+00:00Ali Imranwahabthamrin1@gmail.comMuslimin Bwahabthamrin1@gmail.comRivayanti Nawawiwahabthamrin1@gmail.comNurhayatiwahabthamrin1@gmail.comRifaiwahabthamrin1@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Effective communication is a crucial competency for healthcare workers in providing patient care. A lack of communication skills can impact the quality of care and patient satisfaction. This activity aims to improve healthcare workers' communication skills through structured training.</p> <p>Quality healthcare services are not only determined by the clinical competence of healthcare workers, but also significantly influenced by their communication skills in providing care to patients. Therapeutic communication plays a crucial role in building interpersonal relationships, enhancing trust, and supporting patient satisfaction.</p> <p>This community service activity aims to improve healthcare workers' competency in implementing therapeutic communication through an educational and practical approach. Implementation methods include educational activities, effective communication training (verbal and nonverbal), and role-play simulations, supported by mentoring in service practice.</p> <p>The targeted outcomes of this activity are increased knowledge and skills of healthcare workers in therapeutic communication and the realization of more empathetic, effective, and consistent service communication. Therefore, this activity is expected to improve patient comfort and satisfaction, as well as the quality of healthcare services on an ongoing basis at the Pertiwi Mother and Child Hospital in Makassar.</p> <p>The results showed an increase in the average score from 62.3 to 85.7, a 23.4-point increase. Furthermore, participants' communication skills improved during the simulation practice.</p> <p>The conclusion is that effective communication training can improve healthcare workers' knowledge and skills in communicating with patients.</p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Health Communication, Healthcare Workers, Training, Healthcare Services</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Komunikasi efektif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kurangnya kemampuan komunikasi dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan melalui pelatihan terstruktur.</p> <p>Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi klinis tenaga kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Komunikasi terapeutik memiliki peran penting dalam membangun hubungan interpersonal, meningkatkan kepercayaan, serta mendukung kepuasan pasien.</p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan komunikasi terapeutik melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan edukasi, pelatihan komunikasi efektif (verbal dan nonverbal), serta simulasi (role play) yang didukung dengan pendampingan dalam praktik pelayanan.</p> <p>Target luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam komunikasi terapeutik serta terwujudnya komunikasi pelayanan yang lebih empatik, efektif, dan konsisten. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien serta mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 62,3 menjadi 85,7 dengan peningkatan sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan komunikasi peserta dalam praktik simulasi.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi efektif mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam berkomunikasi dengan pasien.</p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong><em> Komunikasi Kesehatan, Tenaga Kesehatan, Pelatihan, Pelayanan Kesehatan</em></p>2026-04-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ali Imranhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1172Implementasi Participatory Epidemiology dalam Pemetaan Risiko Penyakit di Lingkungan Masyarakat2026-04-02T06:12:22+00:00Yermiyermi@fkmupri.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Environmentally-related diseases remain a public health problem in various regions. Lack of community involvement in identifying and mapping disease risk factors often results in suboptimal disease prevention efforts. Participatory Epidemiology is an approach that involves active community participation in the process of gathering information and mapping disease risks in their environment. This community service activity aims to increase community knowledge and skills in identifying and mapping disease risk factors through a Participatory Epidemiology approach. Implementation methods include health education, disease risk mapping training, group discussions, and community practice of disease risk mapping. Results of the activity indicate increased community knowledge regarding disease risk factors and increased community participation in environmental health monitoring activities. The implementation of Participatory Epidemiology has proven effective in increasing community involvement in environmentally-based disease prevention efforts.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Participatory Epidemiology, Disease Risk Mapping, Public Health, Community Empowerment</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memetakan faktor risiko penyakit seringkali menyebabkan upaya pencegahan penyakit menjadi kurang optimal. Participatory Epidemiology merupakan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengumpulan informasi dan pemetaan risiko penyakit di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengidentifikasi serta memetakan faktor risiko penyakit melalui pendekatan Participatory Epidemiology. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pemetaan risiko penyakit, diskusi kelompok, serta praktik pemetaan risiko penyakit di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko penyakit serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan kesehatan lingkungan. Implementasi Participatory Epidemiology terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Participatory Epidemiology, Pemetaan Risiko Penyakit, Kesehatan Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yermihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1163Gerakan Keluarga Pesisir Sehat: Edukasi dan Pendampingan Gizi dalam Upaya Pencegahan Stunting2026-04-01T13:33:05+00:00Nurhafizah Nasutionnurhafizah.nst@univbatam.ac.idNur Aida Kubangunnurhafizah.nst@univbatam.ac.idRizky Auliah Juniartinurhafizah.nst@univbatam.ac.id<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge, particularly in coastal areas with limited access to health information and services. Lack of family knowledge about balanced nutrition and childcare practices is a major factor in stunting. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of coastal families in preventing stunting through nutrition education and mentoring. Implementation methods include health education, training in preparing balanced nutritional menus, and mentoring families in providing nutritious food. Results indicate increased knowledge and changes in family behavior regarding meeting children's nutritional needs. This program is effective in raising public awareness of the importance of nutrition in stunting prevention.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Stunting, Balanced Nutrition, Coastal Families, Health Education</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses informasi dan pelayanan kesehatan. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai gizi seimbang dan pola asuh anak menjadi faktor utama terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pesisir dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan gizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penyusunan menu gizi seimbang, serta pendampingan keluarga dalam praktik pemberian makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga dalam pemenuhan gizi anak. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dalam pencegahan stunting.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Stunting, Gizi Seimbang, Keluarga Pesisir, Edukasi Kesehatan</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhafizah Nasution, Nur Aida Kubangunhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1179Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini2026-04-02T09:30:12+00:00Zumrotul Ulazumrotul.ula18@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatzumrotul.ula18@gmail.comHasniazumrotul.ula18@gmail.comAinun Mardiahzumrotul.ula18@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan.</p> <p>Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC).</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education.</p> <p>The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women.</p> <p>The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC).</p> <p>In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service</p>2026-04-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zumrotul Ula, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1170Edukasi Manajemen Laktasi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Kepercayaan Diri Ibu Nifas dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas2026-04-02T04:41:25+00:00Binti Lulu Muthoharohbintilulumuthoharoh98@gmail.comFitri Nurjanahbintilulumuthoharoh98@gmail.comMildaratubintilulumuthoharoh98@gmail.comCakrawati Rbintilulumuthoharoh98@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Exclusive breastfeeding is a crucial step in improving infant health and preventing various nutritional problems. However, many postpartum mothers still lack the knowledge and confidence to provide optimal breastfeeding. This community service activity aims to improve postpartum mothers' knowledge and confidence through lactation management education. Implementation methods include counseling, breastfeeding technique training, and mentoring postpartum mothers in breastfeeding practices. The results of the activity indicate an increase in postpartum mothers' knowledge and confidence in exclusive breastfeeding. Lactation management education has been proven effective in supporting successful exclusive breastfeeding.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Lactation Management, Exclusive Breastfeeding, Postpartum Mothers, Health Promotion</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan bayi dan mencegah berbagai masalah gizi. Namun, masih banyak ibu nifas yang belum memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri yang cukup dalam memberikan ASI secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu nifas melalui edukasi manajemen laktasi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan teknik menyusui, serta pendampingan ibu nifas dalam praktik pemberian ASI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu nifas dalam pemberian ASI eksklusif. Edukasi manajemen laktasi terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Manajemen Laktasi, Asi Eksklusif, Ibu Nifas, Promosi Kesehatan</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Binti Lulu Muthoharoh, Fitri Nurjanah, Mildaratu, Cakrawati Rhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1221Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Meningkatkan Kesehatan Maternal Di Masyarakat2026-04-09T12:00:34+00:00Ardiana Priharwantidiana.arif25@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Maternal health is an important indicator of public health development. Health cadres play a strategic role in supporting maternal health services at the community level. However, limited knowledge and skills often hinder their effectiveness. This community service program aims to improve the capacity of health cadres in supporting maternal health through education and training.</p> <p>The method used was a participatory educational approach through training, discussions, and simulations. The activity involved 35 health cadres. Evaluation was conducted using pre-test, post-test, and skill observation.</p> <p>The results showed an increase in knowledge from an average score of 58.7 to 86.1. In addition, cadres’ skills in educating pregnant women improved significantly.</p> <p>In conclusion, empowering health cadres is effective in improving their capacity and contributes to better maternal health outcomes.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Health Cadres, Maternal Health, Empowerment, Education, Community Service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesehatan maternal merupakan indikator penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Peran kader kesehatan sangat strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu, terutama di tingkat komunitas. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader sering menjadi kendala dalam optimalisasi peran tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mendukung peningkatan kesehatan maternal melalui edukasi dan pelatihan.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui pelatihan, diskusi, dan simulasi. Kegiatan melibatkan 35 kader kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 58,7 menjadi 86,1. Selain itu, keterampilan kader dalam melakukan edukasi kepada ibu hamil juga meningkat secara signifikan.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader serta berkontribusi dalam peningkatan kesehatan maternal di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kader Kesehatan, Kesehatan Maternal, Edukasi, Pemberdayaan, Pengabdian Masyarakat</p>2026-04-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ardiana Priharwantihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1177Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Tuberkulosis (TBC)2026-04-02T07:44:51+00:00Achmad Hilalfhasranoldua@gmail.comMasrikat Maya Diana Claartjefhasranoldua@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem, particularly in areas with poor sanitation and high population density. Clean and healthy living behaviors (PHBS) are a crucial factor in preventing TB transmission. However, many people still do not understand the importance of implementing PHBS in their daily lives. This community service activity aims to improve public knowledge and behavior regarding TB prevention through PHBS promotion. Implementation methods include health education, demonstrations of PHBS practices, and community mentoring. The results of the activity indicate increased knowledge and changes in community behavior regarding PHBS implementation. This program is effective in supporting the prevention of TB transmission in the community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> TB, PHBS, Health Promotion, Disease Prevention</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik dan kepadatan penduduk tinggi. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu upaya penting dalam pencegahan penularan TBC. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan TBC melalui promosi PHBS. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik PHBS, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan PHBS. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan penularan TBC di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Tbc, Phbs, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Achmad Hilal, Masrikat Maya Diana Claartjehttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1168Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat2026-04-02T05:46:22+00:00Abdullahabdullah8987@gmail.comAbdul Rahimabdullah8987@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Healthy living behaviors are a crucial factor in improving public health. However, many people still have not optimally implemented healthy living behaviors in their daily lives. Health cadres, as part of the community, play a crucial role in assisting health workers in health promotion at the community level. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of health cadres in educating the public about healthy living behaviors. Implementation methods include health cadre training, health education, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge assessments. The results of the activity indicate an increase in the knowledge and skills of health cadres in educating the public about healthy living behaviors. Empowering health cadres has proven effective in increasing community participation in implementing healthy living behaviors.</p> <p>Keywords: Health Cadres, Community Empowerment, Healthy Living Behavior, Health Promotion</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perilaku hidup sehat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menerapkan perilaku hidup sehat secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. Kader kesehatan sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran penting dalam membantu tenaga kesehatan dalam melakukan promosi kesehatan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai perilaku hidup sehat. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan kader kesehatan, penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup sehat. Pemberdayaan kader kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kader Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Perilaku Hidup Sehat, Promosi Kesehatan.</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdullah, Abdul Rahimhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1216Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Komunitas Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar2026-04-08T09:09:48+00:00Ruqaiyahaikruqaiyah71@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Reproductive health is an important aspect in improving the quality of life of couples of reproductive age. Lack of knowledge related to reproductive health can increase the risk of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and low utilization of health services. This community service program aims to improve the knowledge of reproductive-age couples through community-based reproductive health education.</p> <p>The method used was a participatory educational approach through counseling, interactive discussions, and distribution of educational media. The activity was conducted on February 11, 2026, involving 150 participants in the working area of Polongbangkeng Timur Public Health Center, Takalar Regency. Evaluation was conducted using pre-test and post-test.</p> <p>The results showed an increase in participants' knowledge with the average score rising from 55.2 to 82.6. There was also an improvement in understanding contraceptive use, reproductive health, and prevention of sexually transmitted infections.</p> <p>In conclusion, community-based reproductive health education is effective in improving the knowledge of reproductive-age couples.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Reproductive Health, Couples Of Reproductive Age, Health Education, Community Service</p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasangan usia subur (PUS). Kurangnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, serta rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur melalui edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas.</p> <p>Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 150 pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata dari 55,2 menjadi 82,6. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman terkait penggunaan kontrasepsi, kesehatan reproduksi, dan pencegahan penyakit menular seksual.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kesehatan Reproduksi, Pasangan Usia Subur, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat</p>2026-04-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ruqaiyahhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1175Peningkatan Pengetahuan tentang Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir di Komunitas Pedesaan2026-04-02T07:43:15+00:00Fitri Nurjanahfitryandara@gmail.comBinti Lulu Muthoharohfitryandara@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Umbilical cord care for newborns is a crucial aspect in preventing infection and improving neonatal health. Lack of public knowledge, particularly among mothers, regarding proper umbilical cord care remains a problem in rural areas. This community service activity aims to improve mothers' knowledge about umbilical cord care through health education. Implementation methods included counseling, umbilical cord care demonstrations, and mentoring. Results showed an increase in mothers' knowledge and skills in performing proper umbilical cord care. This program was effective in improving neonatal care practices in the community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Umbilical Cord, Newborn, Health Education, Neonatal</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan aspek penting dalam mencegah infeksi dan meningkatkan kesehatan neonatal. Kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu, mengenai perawatan tali pusat yang benar masih menjadi permasalahan di daerah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi perawatan tali pusat, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan perawatan tali pusat secara benar. Program ini efektif dalam meningkatkan praktik perawatan neonatal di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Tali Pusat, Bayi Baru Lahir, Edukasi Kesehatan, Neonatal</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitri Nurjanah, Binti Lulu Muthoharohhttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1166Edukasi Pencegahan Hipertensi Melalui Pendekatan “Self-Monitoring Health Card” pada Kelompok Lansia Aktif2026-04-02T01:03:05+00:00Yermiyermi@fkmupri.ac.idSafridha Kemala Putriyermi@fkmupri.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Hypertension is a non-communicable disease commonly found in the elderly and is a major risk factor for heart disease, stroke, and kidney disorders. Elderly people's lack of knowledge about hypertension risk factors and low awareness of routine health monitoring can increase the risk of complications. This community service activity aims to increase elderly people's knowledge and awareness about hypertension prevention through the Self-Monitoring Health Card approach, a self-monitoring card used to record blood pressure and healthy lifestyle behaviors. Implementation methods included health education, training on how to use the health monitoring card, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. Results showed an increase in elderly people's knowledge about hypertension risk factors and awareness of routine blood pressure monitoring. The Self-Monitoring Health Card approach has proven effective in increasing elderly participation in maintaining their health.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Hypertension, Elderly, Health Promotion, Self-Monitoring</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Kurangnya pengetahuan lansia mengenai faktor risiko hipertensi serta rendahnya kesadaran dalam memantau kondisi kesehatan secara rutin dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pencegahan hipertensi melalui pendekatan <strong>Self-Monitoring Health Card</strong>, yaitu kartu pemantauan kesehatan mandiri yang digunakan untuk mencatat tekanan darah dan perilaku hidup sehat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penggunaan kartu pemantauan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai faktor risiko hipertensi serta peningkatan kesadaran dalam memantau tekanan darah secara rutin. Pendekatan Self-Monitoring Health Card terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi lansia dalam menjaga kesehatan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Hipertensi, Lansia, Promosi Kesehatan, Self-Monitoring</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yermi, Safridha Kemala Putrihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1209Pendampingan Bantuan Hidup Dasar Bagi Nelayan Dan Masyarakat Pesisir2026-04-06T08:39:30+00:00Hatty Suathattysuat@yahoo.co.idRais Rahman Haulussyhattysuat@yahoo.co.idSarmalina Rieuwoassahattysuat@yahoo.co.idAtikah Khairunnisahattysuat@yahoo.co.idMuhammad Boruthattysuat@yahoo.co.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Coastal communities, especially fishermen, are at high risk of emergency conditions such as drowning, respiratory arrest, and cardiac arrest. Lack of knowledge and skills in providing first aid can worsen the victim's condition. This community service program aims to improve the knowledge and skills of fishermen and coastal communities in performing Basic Life Support (BLS).</p> <p>The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved coastal community members with a practice-based training approach. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation.</p> <p>The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 52.3 to 85.7. In addition, participants’ skills in performing Basic Life Support improved significantly after the training.</p> <p>In conclusion, Basic Life Support training is effective in improving the capacity of coastal communities in handling emergency situations.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Basic Life Support, fishermen, coastal community, emergency, community service</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masyarakat pesisir, khususnya nelayan, memiliki risiko tinggi terhadap kejadian kegawatdaruratan seperti tenggelam, henti napas, dan henti jantung. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan serta masyarakat pesisir dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).</p> <p>Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan masyarakat pesisir sebagai peserta dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta.</p> <p>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 52,3 menjadi 85,7. Selain itu, keterampilan peserta dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar meningkat secara signifikan setelah pelatihan.</p> <p>Kesimpulan menunjukkan bahwa pendampingan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bantuan Hidup Dasar, nelayan, masyarakat pesisir, kegawatdaruratan, pengabdian masyarakat</p>2026-04-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hatty Suat, Djunaedihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1173Edukasi Interaksi Mikroorganisme Lingkungan dan Kesehatan Manusia sebagai Upaya Promosi Kesehatan Masyarakat2026-04-02T07:41:35+00:00Satriana Dardinhanatriyana87@gmail.comMisnarliahnhanatriyana87@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Microorganisms are an essential part of the environment, playing both beneficial and detrimental roles in human health. Lack of public understanding regarding the interaction of microorganisms with the environment can increase the risk of infectious diseases and reduce the quality of public health. This community service activity aims to increase public knowledge about the role of microorganisms and how to maintain a healthy environment. Implementation methods included health education, simple demonstrations, and community support in maintaining environmental cleanliness. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and awareness regarding the importance of maintaining a clean environment to prevent disease. This education is effective as a community-based health promotion effort.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Microorganisms, Environmental Health, Health Promotion, Community</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Mikroorganisme merupakan bagian penting dari lingkungan yang memiliki peran baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi kesehatan manusia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai interaksi mikroorganisme dengan lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi serta menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai peran mikroorganisme serta cara menjaga kesehatan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi sederhana, serta pendampingan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit. Edukasi ini efektif sebagai upaya promosi kesehatan berbasis masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Mikroorganisme, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Masyarakat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Satriana Dardihttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1164Pemberdayaan Masyarakat Kampung dalam Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Preventif Kesehatan2026-04-02T04:45:19+00:00Sara Suryasar4surya@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Household medicinal plants (TOGA) represent an initiative to utilize plants with medicinal properties to improve public health through self-reliance. The use of medicinal plants can serve as an easily accessible and relatively safe alternative to traditional medicine for addressing various minor health complaints. However, the utilization of medicinal plants in the community remains suboptimal due to a lack of knowledge regarding the types of medicinal plants and how to use them. This community service activity aims to improve the community’s knowledge and skills in developing family medicinal plants as a preventive measure to maintain health. Implementation methods include health education on the benefits of medicinal plants, training in planting and maintaining TOGA, and community assistance in managing TOGA gardens. The results of the activity indicate an increase in community knowledge regarding medicinal plants as well as increased community participation in the utilization of family medicinal plants. The TOGA development program can serve as a strategy to enhance community self-reliance in maintaining health.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Family Medicinal Plants, Community Empowerment, Preventive Health, Public Health.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan tanaman yang memiliki khasiat obat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dapat menjadi alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh serta relatif aman digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan. Namun, pemanfaatan tanaman obat di masyarakat masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat serta cara pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan tanaman obat keluarga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan penanaman dan pemeliharaan TOGA, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengembangan TOGA dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Kesehatan Masyarakat</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sara Surya, Rezqiqah Aulia Rahmathttps://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1180Sosialisasi Perawatan Luka Diabetes pada Masyarakat Berisiko Tinggi di Daerah Perkotaan2026-04-02T16:04:22+00:00Yanti Mustarinanthymustarin@gmail.comRezqiqah Aulia Rahmatrezqiqahika@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Diabetic wounds are a serious complication in people with diabetes mellitus, which can lead to infection and even amputation if not properly managed. Lack of public knowledge regarding diabetic wound care is a major factor in the increased risk of complications. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of high-risk communities in diabetic wound care. Implementation methods included health education, wound care demonstrations, and community mentoring. Results showed an increase in participants' knowledge and skills in independently caring for diabetic wounds. This program is effective in supporting the prevention of diabetic wound complications in the community.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Diabetic Wounds, Wound Care, Health Promotion, Community</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka diabetes menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat berisiko tinggi dalam perawatan luka diabetes. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan luka, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan perawatan luka diabetes secara mandiri. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan komplikasi luka diabetes di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Luka Diabetes, Perawatan Luka, Promosi Kesehatan, Masyarakat</p>2026-04-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yanti Mustarin, Rezqiqah Aulia Rahmat